Dilansir dari laman republika.co.id Menurut Habib Jindan, niat adalah modal yang nyaris tanpa biaya, tetapi memiliki kekuatan besar sebagai pengarah hidup seseorang.
“Yang paling nggak modal, niat. Tapi itu paling besar pengaruhnya,” ujar Habib Jindan saat diwawancara dalam acara Dzikir Nasional Republika yang digelar di Masjid At-Thohir, Cimanggis, Depok pada Rabu (31/12/2025) malam pergantian tahun baru.
Ia menegaskan, keinginan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik harus lahir dari dalam diri. Perubahan, kata dia, tidak bisa dipaksakan dari luar jika tidak diawali dengan kesadaran dan kemauan pribadi.
“Cuma perlu tekad, niat. Niat apa? untuk jadi pribadi yang lebih baik. Menjadi orang yang lebih baik dimulai dari keinginan: ‘Saya mau menjadi lebih baik, saya mau sholat saya lebih baik, saya mau bakti saya lebih baik, saya mau pergaulan saya lebih baik’,” katanya.
Habib Jindan menjelaskan, ketika seseorang membuka satu pintu niat kebaikan dalam dirinya, maka Allah SWT akan membukakan banyak jalan pertolongan.
“Yang membuka untuk dirinya satu niat, satu pintu niat kebaikan, Allah bukakan baginya 70 pintu bantuan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperbaiki kualitas sholat sebagai fondasi perubahan hidup. Sholat, menurutnya, bukan sekadar kewajiban rutin, tetapi pernyataan totalitas penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT.
“Sholat itu dibenerin. Kita kan baca inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin. Hidup saya, mati saya, ibadah saya, segala-galanya diri saya buat Allah,” jelas Habib Jindan.
Ia juga mengingatkan bahwa Allah SWT tidak memberatkan hamba-Nya. Dari 24 jam waktu yang dimiliki manusia, Allah hanya meminta sebagian kecil untuk menunaikan sholat lima waktu.
“Allah nggak celamitan kok sama diri kita. Cuma minta dari 24 jam. Lima menit, lima menit, lima menit buat sholat lima waktu,” katanya.
Habib Jindan berharap pesan ini dapat menjadi pegangan bagi Gen Z agar menjadikan tahun 2026 sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih tertata, dan lebih dekat dengan nilai-nilai keimanan.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah