Peluncuran buku Suluh Rindu
Peluncuran buku Suluh Rindu

“Suluh Rindu” Ajak Para Santri Istiqamah di Jalan Dakwah

Jakarta – Para santri diajak untuk terus istiqamah di jalan dakwah. Ajakan itu merupakan motivasi dari novel terbaru karya novelis muslim Habiburrahman El-Shirazy atau yang biasa dipanggil Kang Abik. “Suluh Rindu” diluncurkan pada gelaran  pameran buku Islamic Book Fair (IBF) 2022, Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (6/8/2022).

“Novel ini adalah juga novel motivasi, sebagaimana novel-novel lainnya. Seperti novel saya yang lain Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, saya selalu mengajak pembaca saya untuk memotivasi ilmu pengetahuan, untuk mencintai Alquran, untuk mencintai beprestasi di jalan dakwah,” ujar Habiburrahman dikutip dari laman Republika.co.id.

Menurutnya, ajakan tersebut juga dihadirkan di dalam novel Suluh Rindu. Ia ingin mengajak kembali kepada para santri untuk selalu konsisten di jalan dakwah.

“Bentuknya bisa berbeda-beda, tapi intinya saya selalu mengajak pembaca saya, para pelajar, para santri untuk istiqamah di jalan dakwah,” ucap Kang Abik.

Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menambahkan, novel Kembara Rindu telah terbit lebih dulu sejak 2019 lalu. Sejak itu, para pembaca terus bertanya kepada Kang Abik terkait kelanjutan kisah Rodho dan Syifa, dua tokoh utama dalam novel tersebut.

Karena banyaknya pertanyaan, akhirnya Kang Abik melanjutkan kisah Ridho dan Syifa melalui novel Suluh Rindu ini.

Kang Abik merampungkan novel ini dalam kurun waktu dua tahun. Seharusnya, menurut dia, buku novel ini sudah selesai ditulis pada 2021 lalu. Namun, ternyata teman-teman anaknya yang masih SMP juga banyak yang menunggu kelanjutan dari Kembara Rindu.

“Seketika itu saya langsung harus merasa merevisi ulang. Karena kelanjutan yang sudsha saya siapkan saat itu, itu temanya cukup serius. Artinya, mungkin kalau untuk anak SMP akan bertanya-tanya banyak hal. Akhirnya saya harus tahu diri bahwa saya harus menurunkan gridnya,” kata Kang Abik.

Karena anak-anak SMP juga membaca buku pertamanya, akhirnya Kang Abik harus mereview ulang dan merefisi ulang hampir dari awal lagi.

Novel dwilogi ini mengisahkan perjuangan seorang gadis dari daerah terpencil di Provinsi Lampung, namanya Syifa. Kalau membaca buku pertama, pasti para pembaca sudah paham bagaimana Syifa berjuang dan menghidupi kakek dan neneknya, yang kemudian nanti kakaknya yang bernama Ridha pulang.

Dengan kesabarannya, Ridho membimbing Syifa hingga dikirim ke pesantren. Di akhir novel yang pertama, Syifa pun berhasil khatam Alquran yang dibacakan di kampungnya. Nah, di novel kedua ini, Kang Abik ingin menyampaikan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Maka, Ridha dan Syifa pun melanjutkan perjuangannya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

ivan gunawan 6 43

Ivan Gunawan Sisihkan Sebagian Rizkinya Untuk Pembangunan Masjid di Uganda

Jakarta – Ivan Gunawan, artis multi telanta yang juga merupakan seorang disainer terkenal mempunyai perhatian …

escortescort