pria tendang sesajen
pria tendang sesajen

Viral Pria Tendang Sesajen, Dosen UB Sebut Cara Dakwah Yang Keras Tidak Pas, Ajak Contoh Dakwah Walisongo

Jakarta – Viralnya video seseorang yang menendang Sesajen membuat banyak kalangan berkomentar, termasuk dari kalangan akademisi yang melihat perbuatan tersebut tidak bijaksana dan kurang sesuai dengan cara dakwah yang telah disampaikan oleh para pendahulu seperti para Walisongo.

Sebelumnya di dalam video yang viral seorang pria menendang sesajen sambil berkata “Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar,” ucap pria di video tersebut.

Sedetik kemudian, tangan pria itu bergerak membuang sesajen buah dan menendang sesajen nasi. Diketahui penendang sesajen tersebut bernama Hadfana Firdaus dan telah diamankan polisi.

Merespon peristiwa tersebut, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) Akhmad Muwafik Saleh mengatakan dalam pendekatan komunikasi dakwah hal itu kurang tepat dan jauh dari sikap bijaksana.

Ia juga mengatakan apa yang dilakukan Hadfana tidak mencerminkan dakwah wali songo.

“Dari sinilah kita kemudian memahami mengapa dakwah wali songo lebih mengedepankan sikap toleransi atas keberagaman keyakinan masyarakat Jawa saat itu,” kata Muwafik melansir dari laman UB dan dikutip dari laman detik.com Sabtu (15/01).

Muwafik menjelaskan masyarakat Jawa memang kental akan kebudayaan sesajen namun saat berdakwah wali songo tidak serta merta menyalahkan atau mengatakan hal buruk terhadap budaya itu. Wali songo melakukan pendekatan dakwah yang menggabungkan budaya dan Islam seperti menggunakan wayang dalam berdakwah.

Jika wali songo membuang atau menendang sesajen seperti yang dilakukan Hadfana tentu respon masyarakat yang muncul adalah penolakan terhadap agama Islam. Padahal tujuan Wali Songo adalah menyebarkan agama Islam dengan damai tanpa kekerasan.

“Kalau seperti itu pasti ada resistensi dari masyarakat tidak hanya pada keberadaan para pendakwah tersebut bahkan terhadap agama Islam,” kata Muwafik.

Baca Juga:  Kasus Tendang Sesajen, Ponpes Magelang Sesalkan Tindakan Mantan Pengajarnya

Menurut Muwafik tindakan yang dilakukan Hadfana adalah bukti dari proses budaya dan pemahaman nilai Islam yang belum utuh.

“Pada sisi inilah peran dakwah perlu dilakukan. Jangan petentang petenteng dalam melakukan dakwah Islam dengan mudah menyalahkan orang lain, membid’ahkan pemahaman yang berbeda bahkan mengkafirkan setiap yang berseberangan,” kata Muwafik.

Muwafik berpesan dalam berdakwah sebaiknya tidak mencela budaya-budaya yang sudah ada sejak dulu seperti sesajen.

“Karena sikap bijak dalam berdakwah tentu harus lebih diutamakan daripada semata menyampaikan pesan dakwah itu sendiri,” kata Muwafik.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …