HF pria yang menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru diapit selebritis hijrah Irwansyah dan Teuku Wisnu
HF pria yang menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru diapit selebritis hijrah Irwansyah dan Teuku Wisnu

Kasus Tendang Sesajen, Ponpes Magelang Sesalkan Tindakan Mantan Pengajarnya

Magelang – Seorang pria yang diidentifikasi berinisial HF menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru. Tindakan itu langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak. Bahkan saat ini, polisi tengah mencari HF yang ternyata pernah menjadi tenaga pengajar di Pondok Pesantren Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu di Magelang.

Wakil Direktur Bidang Pengembangan dan Pembangunan Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu, Ahsin Qolbaka menegaskan bahwa perbuatan HF sangat tidak sesuai dengan koridor yang ada di ponpes itu. Dia menjelaskan ponpes itu berdiri pascaerupsi Merapi 2010. Ponpes mulai dibangun pada 2012 dan memulai kegiatan belajar mengajar 2 tahun kemudian.

“Rentang waktu 2010 sampai hari ini, sampai 2022, Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu, alhamdulillah tidak ada penolakan di masyarakat,” kata Ahsin dikutip dari laman detikcom, Selasa (11/1/2022).

Sebagai ponpes yang berdiri di kawasan pegunungan, Ahsin mengatakan bahwa mereka berdampingan dengan adat yang berkembang di masyarakat. Sesajen menjadi salah satu pemandangan sehari-hari.

“Artinya kami dalam berjalannya di pesantren ini tidak pernah menyentuh urusan-urusan adat di lereng Merapi Merbabu. Jadi ketika kami berkegiatan di masyarakat, ketika kami ada program-program baik itu pendidikan maupun nonpendidikan yang melibatkan masyarakat, masyarakat semuanya welcome,” katanya.

“Kami sangat-sangat menyayangkan apa yang dilakukan. Itu betul-betul sangat tidak sesuai one hundred percent (dengan) apa yang menjadi koridornya pondok,” tegasnya.

HF, pria yang disebut-sebut sebagai perusak sesajen di Semeru, memang pernah mengajar di tempat itu. Di pesantren tersebut HF mengampu pelajaran kaligrafi dan tahsin.

“Dua domain keahlian yang memang dia miliki, yang pertama, keahlian kaligrafi. Yang kedua keahlian pada bidang tahsin, bacaan Al-Qur’an,” kata Ahsin.

Menurutnya, istri HF juga merupakan pengajar di ponpes tersebut. Namun, keduanya saat ini sudah mengundurkan diri dan tidak lagi

Baca Juga:  Viral Paduan Suara di Masjid Istiqlal, Wagub DKI Minta Maaf

“Jadi yang bersangkutan statusnya sekarang di pondok sudah tidak sebagai pengajar per 1 Desember 2021, surat yang kita keluarkan,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu juga mengirimkan relawan menuju Gunung Semeru.

“Berkenaan dengan kerelawanan di Semeru tentu banyak sekali relawan-relawan yang ada di sana. Nah termasuk pesantren juga mengadakan kegiatan relawan di sana, tapi dari pesantren itu hanya menugaskan empat relawan dan yang bersangkutan (HF) tidak masuk dalam peserta yang ditugaskan oleh pesantren,” kata Ahsin.

Saat berada di Semeru, katanya, relawan membawa material dan melakukan baksos. Baksos tersebut berupa bengkel ringan sepeda motor dan pembagian kaca mata gratis.

“Banyak material yang harus dibawa sehingga kami membawa mobil pondok dan itu yang membawa saya sendiri. Jadi tidak ada nama yang bersangkutan di dalam surat tugas yang kita miliki,” tegas Ahsin.

“Kalaupun seumpamanya yang bersangkutan kok ada di lokasi ketika kami ada. Kami pastikan yang bersangkutan itu bukan berangkat dari pesantren, bukan bagian dari kita,” tegasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

Buya Syafi'i Ma'arif

Selamat Jalan Guru Bangsa, Selamat Jalan Buya Syafi’i Maarif Sang Teladan Umat

Jakarta – Buya Syafi’i Ma’arif kembali ke Haribaan Allah SWT dalam kesederhanaan, seorang guru bangsa …