3

Masyarakat Tolak Rencana Pembangunan Ponpes yang Diasuh Gus Nur

Malang – Lahan sekitar 2 hektar di desa Klampok, Singosari, Malang rencananya akan dibangun sebuah Pondok Pesantren, namun belum sempat terbangun bahkan baru pada tahap rencana masyarakat sekitar langsung menolak pembangunan Pondok Pesantren tersebut, salah satu yang menjadi alasan penolakan adalah Sugik Nur atau yang biasa disapa Gus Nur.

Sugik Nur atau Gus Nur, memang berencana membangun pesantren yang nantinya bisa menampung para santri, namun dengan rekam jejak Sugik Nur, masyarakat terlebih dahulu melakukan penolakan, disamping itu juga lahan tempat pembangunan masih dalam sengketa.

Keberatan itu dilayangkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kabupaten Malang, kepada Bupati Malang Sanusi.

Surat bernomor 56/PC/RMI-NU/A1/IX/2021 itu berisi dua pernyataan. Dan diharapkan supaya cepat mendapatkan respon dari Bupati Malang Sanusi.

Pernyataan itu sebagai berikut :

1. Mendukung sepenuhnya kepada masyarakat khususnya para pengasuh pondok pesantren se-kecamatan Singosari yang keberatan atas didirikannya pondok pesantren Ahsana yang diasuh oleh Sugik Nur dengan pertimbangan utama demi menjaga stabilitas dan kedamaian masyarakat Singosari yang mayoritas berhaluan ahlus sunnah ala jam’iyah Nahdlatul Ulama.

2. Memohon dengan sangat kepada bapak Bupati Malang untuk menindak lanjuti nota keberatan tersebut dengan melakukan mediasi agar pendirian pondok pesantren Ahsana yang diasuh oleh Sugik Nur di kecamatan Singosari Kabupaten Malang yang telah nyata meresahkan masyarakat dan khususnya para pengasuh pondok pesantren di kecamatan Singosari bisa dilarang dan digagalkan keberadaannya.

“Yang beredar itu mengatasnamakan RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) saya tidak menyalahkan. Mungkin ada sebagian masyarakat mengadukan ke RMI dan itu tidak salah alamat. Karena yang dibangun itu ma’had atau pondok dan RMI aliansi pondok, jadi tidak salah,” kata Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Singosari, Achmad Noer Junaidi saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga:  Bima Arya Kagumi Tradisi Keilmuan dan Silaturahmi NU

Gus Jun mengaku secara kelembagaan belum pernah mendapatkan keterangan langsung dari Gus Nur untuk rencana pembangunan ponpes tersebut. Namun, secara informal yakni melalui sambungan telepon, Gus Jun menuturkan, Gus Nur sempat menghubunginya terkait penolakan warga terhadap ponpes yang akan dibangun itu.

“Secara pribadi melalui telepon saya bilang, sebentar Gus (Sugik Nur) akan kami koordinasikan dengan atasan kami dulu dan masyarakat yang mengadukan ke kami, kalau bisa jangan gegabah dulu,” ujar Gus Jun.

Gus Jun menambahkan ponpes yang akan dibangun memiliki konsep tanpa memungut biaya kepada santri. “Dan bahkan katanya mau mengembangkan ekonomi warga sekitar,” imbuhnya.

Gus Jun mengatakan salah satu alasan warga sekitar keberatan dengan pembangunan pondok itu karena sang pendiri diketahui adalah Gus Nur. Ajaran Gus Nur, kata Gus Jun, dinilai berseberangan dengan yang dianut oleh pondok pesantren yang berdiri di wilayah Singosari, Kabupaten Malang.

“Gus Sugik notabene itu pernah dalam tanda kutip ‘mengejek’ kiai-kiai di Singosari khususnya NU-nya,” kata Gus Jun kepada detikcom, Rabu (1/12/2021).

Selain, karena permasalahan sosok Gus Nur, Gus Jun juga mengungkapkan ada persoalan terhadap lahan yang akan dibangun ponpes tersebut.

“Jadi dengar-dengar, tanahnya masih sengketa saya dengar dari masyarakat sana. Dan dari hasil rapat kemarin dengan ranting memang ada masalah itu tanahnya itu belum terbeli total oleh pengembang (perumahan),” ungkap Gus Jun.

Rencananya MWC NU Singosari akan mengundang Gus Nur dan menggelar mediasi atas adanya keberatan warga soal pembangunan ponpes tersebut.

“Kalau NU itu intinya tidak ada dendam, kami cuma memediasi nantinya dari warga sekitar yang menolak dengan Gus Sugik Nur. Dan sudah bilang Gus Sugik Nur ke saya, bahwa siap dipanggil untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” tandas Gus Jun.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

undangan non muslim

Fikih Toleransi (6): Menghadiri Undangan Non Muslim

Toleransi yang sejatinya merupakan ajaran Islam mulai menipis, bahkan dianggap bukan ajaran Islam. Ini terjadi …

toleransi

Khutbah Jumat – Islam dan Toleransi

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ …