iman aman
iman aman

Mau Iman, Aman atau Amanah?

Beberapa minggu terakhir kita disuguhi komen-komen lucu seputar musibah banjir yang melanda ibu kota dan sekitarnya. Salah satu komen nitizen yang sangat menggelitik adalah makanya pilih pemimpin tidak hanya masalah seiman, tetapi juga bisa memberikan aman dan amanat.

Pernyataan ini barangkali merupakan kritik dan refleksi dari perjalanan Pilkada DKI Jakarta 2017 silam yang sempat diwarnai pemanfaatan sentiment agama dan identitas dalam politik. Istilah pemimpin seiman dan seagama dijadikan komoditas politik. Bahkan masih ingat larangan masjid menyolatkan jenazah yang berbeda pilihan politik. Agama memang harus menjadi sandaran dan norma politik, tetapi apabila sudah dimanfaatkan dan diperjual-belikan sebagai dagangan politik akan sangat berbahaya.

Kembali pada komentar nitizen di atas, ada rangkaian kata yang menarik untuk dibahas. Apakah pilihannya adalah harus seiman, atau yang memberi aman atau yang jelas amanah. Tiga rangkaian kata iman, aman dan amanah sejatinya berakar dari kata yang sama. Pun demikian prakteknya tidak bisa dipisahkan.

Iman adalah urusan keyakinan. Wilayah yang sangat abstrak, batiniyah dan arena hak prerogative Allah. Manusia tidak bisa memaksakan keimanan seseorang karena Allah semata yang akan memberikan petunjuk dan hidayah. (Qs. Al-An`am : 125). Di sinilah manusia tidak bisa menjadi hakim atas iman seseorang.

Namun, iman bukan sekedar pengalaman spiritual dan batiniyah. Iman akan memberikan wujud kongkret dalam tindakan. Ekspresi iman adalah aman. Orang beriman adalah mereka yang aman dari kekafiran dan bisa memberikan aman dan nyaman kepada yang lain.

Iman akan memberikan ketenangan dalam diri seseorang sekaligus juga mempunyai dimensi sosial untuk memberikan keamanan dan kenyamanan. Karena itulah rangkaian iman adalah selalu berbarengan dengan perbuatan yang baik (amal shaleh) semisal dalam (QS. Ar-Ra’d Ayat: 29), (QS. An Nahl: 97), (QS. Ibrahim Ayat 23), (QS. Al-Kahfi Ayat 30), QS. Al-Kahfi Ayat 88), (QS. Al-Kahfi Ayat 107), (QS. Al-Kahfi Ayat 88) (QS. Al-Kahfi Ayat 107), (QS. Maryam Ayat 60), (QS. Maryam Ayat 96), (QS. Maryam Ayat 96), (QS. Al-Hajj Ayat 50), (QS. Al-Hajj Ayat 56), (QS. Asy-Syu’araa Ayat 227), (QS. Al-Qashash Ayat 80), (QS. Al-‘Ankabuut Ayat 7), (QS. Ar-Ruum Ayat 45), (QS. Fushshilat Ayat 8), (QS. Ath-Thalaaq Ayat 11) dan (QS. Al-Insyiqaaq Ayat 25).

Dari deretan ayat di atas sesungguhnya keimanan tidak bisa dipisahkan dari amal kebaikan. Kunci surga, kebahagian dan ampunan dari Tuhan diberikan kepada orang beriman sekaligus beramal sholeh. Iman dengan amal kebaikan adalah satu kesatua dan tidak bisa dipisahkan.

Bahkan dalam beberapa hadist Nabi kesempurnan iman tidak bisa dicapai kecuali dengan kebaikan sosial seperti menghormati tamu, memuliakan tetangga dan saling mencintai sesama. Dalam konteks inilah, sesungguhnya iman harus berimbas untuk memberikan suasana aman. Orang beriman mesti mempunyai dampak untuk memberikan rasa nyaman dan aman.

Selanjutnya yang tidak bisa dipisahkan dari iman dan rasa aman adalah amanat. Salah satu ciri orang beriman adalah orang yang teguh memegang amanah ketika dipercaya. Keimanan seseorang harus dipraktekkan dalam bentuk amanah.


 لا دِينَ لِمَنْ لا عَهْدَ لَهُ وَلا إِيمَانَ لِمَنْ لا أَمَانَةَ لَهُ

Artinya : “ Tidak ada agama bagi yang tidak menepati janji, dan tidak ada iman bagi yang tidak mempunyai amanat “ ( HR Ahmad, hadist shahih ).

Dari beberapa rangkaian iman, aman dan amanat sebenarnya satu akar kata yang juga ada kaitan yang tidak bisa dipisahkan. Sebenarnya mau pemimpin atau rakyat jelata yang memiliki iman berarti bertanggungjawab secara spiritual dan sosial untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Begitu pula orang beriman mesti memegang amanah.

Pertanyaannya bagaimana seorang pemimpin yang beriman tetapi tidak bisa memberikan rasa aman dan tidak bisa memegang amanah?

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

026906400 1767173481 830 556

Kemenhaj Lakukan Pencopotan, Memanggil Lagi, Kemudian Chiki Fawzi Kabarkan Tidak Lagi Jadi Petugas Haji

JAKARTA — Marsha Chiki Fawzi mengalami pencopotan sebagai Calon Petugas Haji 2026 pada tanggal (27/01/206) …

017795400 1717772321 830 556

Jelang Ramadhan, Kemenag Akan Lakukan Pemantauan Rukyatul Hilal di Masjid IKN

JAKARTA — Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, untuk memastikan pelaksanaan puasa Ramadan, berbagai persiapan terus …