hari santri NKRI
hari santri NKRI

Maulid Nabi, Hari Santri dan NKRI

Sederhana menjadi tanda khas kaum santri. Memakai sarung, songkok miring, dan sandal jepit. Busana yang dipakai tidak mewah dan elegan. Namun, mengapa negara memberikan apresiasi begitu tinggi sampai ada Hari Santri Nasional?

Karena dibalik kesederhanaan itulah terdapat nilai-nilai luhur. Santri dikader dengan kesederhanaan, kesabaran dan keteguhan jiwa sehingga menciptakan sosok generasi yang kuat dan teguh dalam menghadapi segala ujian hidup. Terlebih, dalam menahan gelombang pasang ideologi yang mencoba merobek paham ahlussunah wal jama’ah.

Kali ini peringatan Hari Santri Nasional (HSN) berbarengan dengan Perayaan Maulid Nabi. Hal ini menambah nilai tersendiri. Bagaimanapun, kita harus mengakui bahwa yang paling bersemangat memperingati Maulid Nabi adalah kaum santri. Semangat ini tidak pernah luntur walaupun segelintir umat Islam sendiri menduga sebagai ritual keagamaan bid’ah. Bagi kaum sarungan tuduhan bid’ah terhadap perayaan Maulid Nabi merupakan kedangkalan tentang agama. Bagi santri, sesuai dengan pendapat mayoritas ulama, merayakan Maulid Nabi merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Inilah satu diantaranya yang menjadi pembeda kaum santri dengan mereka yang belajar agama tidak dari asal ilmu pengetahuan agama Islam. Santri, terbiasa dan memang ditempa untuk menguasai literatur keislaman klasik warisan ulama salafusshaleh. Mereka belajar Islam dari sumbernya yang autentik. Al Qur’an dan hadis dipahami dengan sempurna melalui perangkat keilmuan pendukung untuk memahami dua sumber primer hukum Islam tersebut dengan sempurna. Membaca tafsir, Syarah hadis, Ushul fiqh dan lain-lain.

Peran ulama sebagai pewaris Nabi benar-benar mengejawantah dalam diri santri. Misi rahmatan lil ‘alamin yang dirisalahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dilanjutkan oleh kaum santri. Di Indonesia, estafet risalah Nabi berhasil diwujudkan. Islam Nusantara tampil dengan misi yang sebenar-benarnya. Agama Islam tampil dengan menebarkan kasih sayang dan kerahmatan bagi semua penduduk Indonesia. Indonesia yang multi agama, etnis dan budaya bisa hidup damai dan rukun.

Baca Juga:  Ajaran Tasawuf di Mata Para Ulama Salaf dan Khalaf

Soal komitmen kebangsaan kaum santri jangan ditanyakan lagi. Sejarah telah membuktikan. Bukan omong kosong dan koar-koar tanpa bukti. Resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari merupakan bukti kuat kecintaan kaum santri terhadap tanah air. Sebab, dalam pandangan kaum santri, mengedepankan nilai-nilai cinta tanah air atau kebangsaan adalah ajaran Nabi yang dipraktekkan sewaktu memimpin negara Madinah. Dengan demikian, dalam pandangan santri, ikut serta dalam menjaga keutuhan bangsa dan ikut aktif mengupayakan kemajuan bangsa adalah kewajiban yang diperintahkan oleh agama.

Karenanya, Hari Santri Nasional yang tahun ini bersamaan dengan Maulid Nabi hendaklah menjadi momentum dan menjadi sumber energi yang besar menciptakan generasi muslim yang memiliki akhlak yang agung, muslim yang menebarkan kedamaian dimanapun ia berada, teguh mempertahankan dan mengamalkan aqidah ahlussunah wal jama’ah serta teguh memperjuangkan keutuhan NKRI.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

akhlak al-quran

Mempraktekkan Akhlak Al-Quran

Akhlak yang mulia adalah sebaik-baiknya sesuatu. Semulia-mulianya manusia adalah sebaik-baik akhlaknya. Sebagaimana misi kenabian utama …

ikhtilaful ulama

Kitab Ikhtilaful Ulama Lil Marwazi; Pentingnya Memahami Perbedaan Pendapat Ulama

Penulis yang bernama lengkap Imam Abi Abdillah Muhammad bin Nashr al Mawarzi menorehkan catatan-catatan seputar …