Dua tentara Myanmar yang membelot
Dua tentara Myanmar yang membelot

Membelot, Tentara Myanmar Akui Diperintahkan Untuk Lakukan Genosida

Jakarta – Dua tentara Myanmar memilih membelot dan keluar dari dinas kemiliteran. Dalam kesaksian yang diunggah dalam sebuah video, mereka mengaaku diperintahkan komandan tentara Myanmar untuk melakukan genosida terhadap Muslim Rohingya di desa-desa yang ditempati minoritas Rohingya.

“Tembak semua yang Anda lihat dan yang Anda dengar!” ujar tentara itu menirukan perintah komandannya saat itu.

Kantor berita Associated Press melaporkan komentar yang tampaknya pengakuan publik pertama oleh tentara mengenai keterlibatan tentara dalam pembantaian, pemerkosaan, dan kejahatan lainnya terhadap Rohingya di negara mayoritas Buddha itu. Kelompok Fortify Rights menyarankan agar mereka dapat memberikan bukti penting untuk penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Pengadilan Pidana Internasional.

Lebih dari 700 ribu orang Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh sejak Agustus 2017. Militer Myanmar menyebutnya sebagai kampanye pembersihan menyusul serangan oleh kelompok pemberontak Rohingya di negara bagian Rakhine. Pemerintah Myanmar membantah tuduhan bahwa pasukan keamanan melakukan pemerkosaan dan pembunuhan massal, serta membakar ribuan rumah.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi memberi isyarat sambil mengenakan masker dan pelindung wajah, pada hari pertama kampanye pemilihan umum di markas sementara partai Liga Nasional untuk Demokrasi di Naypyitaw, Myanmar Selasa (8/9).

Fortify Rights, yang fokus pada isu Myanmar, mengatakan dua prajurit itu melarikan diri dari negara itu bulan lalu, dan diyakini berada dalam tahanan Pengadilan Kriminal Internasional di Belanda, yang menyelidiki masalah kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Menurut Fortify Rights, prajurit Myo Win Tun (33 tahun), dan Zaw Naing Tun (30 tahun), yang bertugas di batalyon infanteri yang terpisah, memberikan “nama dan pangkat 19 pelaku langsung dari tentara Myanmar, termasuk mereka sendiri, serta enam komandan senior…. mereka mengklaim memerintahkan atau berkontribusi pada kejahatan kekejaman terhadap Rohingya.”

Baca Juga:  Sebarkan Hoaks dan Provokasi Komunal COVID-19, India Tangkap Politikus Islam

Video-video itu direkam pada Juli ketika para tentara berada dalam tahanan Tentara Arakan, sebuah kelompok gerilyawan etnis di Rakhine yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan pemerintah.  Video juga dilengkapi dengan teks terjemahan dalam bahasa Inggris. Video-video tersebut diungah di laman akunFortify Rights di situs berbagi video.

Namun, badan-badan PBB dan organisasi hak asasi manusia telah secara ekstensif mendokumentasikan kekejaman yang dilakukan terhadap Rohingya oleh pasukan keamanan Myanmar. Pengadilan Internasional tahun lalu setuju untuk mempertimbangkan kasus yang menuduh Myanmar melakukan genosida terhadap kelompok tersebut. Proses pengadilan kemungkinan akan terus berlangsung selama bertahun-tahun.

Myanmar telah lama menganggap Muslim Rohingya telah bermigrasi secara ilegal dari Bangladesh, meskipun keluarga mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi. Hampir semua Rohingya ditolak kewarganegaraannya sejak 1982 sehingga mereka tidak memiliki kewarganegaraan resmi. Mereka juga tidak diberi kebebasan bergerak dan hak-hak dasar lainnya.

Fortify Rights mengatakan dua pembelot itu tiba di perbatasan Myanmar dengan Bangladesh pada pertengahan Agustus dan meminta perlindungan dari otoritas Bangladesh. Pejabat Bangladesh kemudian memberi tahu Pengadilan Kriminal Internasional tentang kehadiran mereka, dan mengatakan mereka tidak lagi berada di Bangladesh.

Fortify Rights mendesak agar kedua mantan tentara itu diadili oleh Pengadilan Pidana Internasional, dan meminta pengadilan memberikan mereka perlindungan sebagai saksi.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

kiswah kabah

Gantikan Raja Salman, Pangeran Saudi Mohammed bin Salman Cuci Ka’bah

Jakarta – Kain Kiswah atau penutup ka’bah setiap tahunnya diganti, dalam proses pergantian kain Kiswah …

Menag Yaqut Cholil Qoumas

Wujudkan Kampus Toleran dan Harmoni, Moderasi Beragama Penting Diterapkan di Perguruan Tinggi

Jakarta – Moderasi beragama sangat penting diterapkan di perguruan tinggi agar terwujud tradisi kampus yang …