Sgt Bowe Bergdahl bersama salah satu anggota Taliban
Sgt Bowe Bergdahl bersama salah satu anggota Taliban

Membelot dan Jadi Pelatih Militer Taliban, Tentara AS Ini Akhirnya Mualaf

Jakarta – Hidayah bisa turun ke semua orang dalam situasi dan kondisi berbeda-beda. Seperti yang dialami seorang tentara Amerika Serikat (AS) bernama Sersan Bowe Bergdahl. Berawal ditangkap Taliban, kemudian ia dijadikan ‘pelatih’ militer Taliban, Bergdahl malah mendapat hidayah dan menjadi mualaf.

Awalnya, rumor yang beredar Bergdahl bukan ditangkap tetapi membelot ke Taliban. Masalah pembelotan ini menjadi berita besar pada Agustus 2021. Sersan Bergdahl merupakan anggota militer AS yang bertugas di Afghanistan Timur dan dikabarkan hilang pada Juni 2009. Ia menjadi satu-satunya tentara AS yang ditawan di Afghanistan saat itu.

Seorang deputi komandan Taliban di distrik Paktika, sebuah wilayah di Afghanistan, Haji Nadeem, mengungkapkan Bergdahl (24) berganti nama menjadi Abdullah setelah memeluk Islam.

Bergdahl mengajari Nadeem cara membongkar telepon selular dan mengubahnya menjadi remote control untuk bom pinggir jalan. Nadeem mengatakan, Bergdahl juga memberikan pelatihan dasar penyergapan.

”Hampir semua keterampilan yang diajarkannya sudah kami ketahui. Beberapa rekan saya mengira ia hanya berpura-pura menjadi Muslim untuk menyelamatkan dirinya,” ujarnya.

Intelijen Afghanistan juga percaya Bergdahl alias Abdullah bekerja sama dengan Taliban dan bertindak sebagai penasihat bagi para pejuang di sebuah wilayah suku-suku di Pakistan. Nadeem memberikan sedikit bocoran bagaimana Bergdahl ditangkap dan ditawan.

Setelah meninggalkan posnya di Yahya Khel, sebuah distrik dari Paktika, Bergdahl bersama seorang tentara Afghanistan diketahui berada dekat sebuah desa. Sebuah kelompok yang terdiri dari delapan pejuang Taliban lalu menyergap mereka dan menewaskan tentara Afghanistan.

Bergdahl dirobohkan lalu diperintahkan mengenakan pakaian lokal Afghanistan. Para penculiknya lalu membuang semua pakaian dan perlengkapannya, karena curiga ia dipasangi alat penyadap. Pemerintah AS cemas Bergdhal dikabarkan telah dibunuh, tetapi Nadeem meyakinkan bahwa Bergdahl betah bersama mereka.

Baca Juga:  Buntut Teror Bom Paskah, Kerusuhan Anti-Muslim di Sri Lanka Membesar

Pada April silam, sebuah video yang menggambarkan permohonan Bergdahl untuk dibebaskan telah dirilis oleh Taliban. Dalam rekaman itu Bergdahl mengatakan ia ingin kembali ke keluarganya di Idaho dan menyatakan perang di Afghanistan itu tidak pantas dibayar dengan banyak nyawa yang telah terbunuh atau yang tertawan di penjara.

Pejabat militer Amerika Serikat mengatakan Bergdahl diselidiki terkait kepergiannya tanpa izin meninggalkan pos tugas. Tindakan sang prajurit membuat rekan sepeleton mempertaruhkan nyawa untuk mencarinya.

Bergdahl bebas setelah AS dan Taliban menyepakati penukaran tahanan. Pemerintahan Barack Obama sepakat untuk melepaskan petinggi Taliban yang berada di Penjara Guantanamo, Kuba.

Beberapa rekan Bergdahl di peleton ingin sersan yang terkenal pendiam itu bertanggung jawab atas tindakannya membahayakan rekan-rekannya. Ia dituduh bertanggung jawab atas kematian enam tentara yang mencarinya ketika itu.

Rekan-rekan Bergdahl marah karena pemerintah Barack Obama malah merayakan kepulangannya. ”Seharusnya, ia dibawa ke pengadilan militer,” kata salah satu rekan korban.

Seorang pejabat Pentagon yang tak disebutkan namanya mengatakan pada kantor berita AP, Bergdahl menjauh dari unit militernya sebelum ditangkap Taliban pada 30 Juni 2009.

Sebelum ditangkap Taliban, tengah malam pada 30 Juni 2009, Bergdahl meninggalkan sebuah catatan di tendanya. Catatan tersebut bertuliskan kekecewaannya pada tentara angkatan darat.

Ia mengatakan, tak ingin lagi menjalankan misi Amerika di Afghanistan dan akan pergi memulai kehidupan baru. Kemudian, Bergdahl membawa tasnya yang berisi air, pisau, buku, dan peralatan menulis.

Namun, ia meninggalkan senjata dan pelindung tubuhnya. Hal ini mengejutkan rekan-rekannya, mengingat area di luar pos cukup berbahaya. Penyelidikan terhadap menghilangnya Bergdahl pun dilakukan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …