Pengadilan Taliban
Pengadilan Taliban

Tegakkan Hukum Islam, Taliban Bentuk Pengadilan Militer

Kabul – Seperti diduga, Taliban benar-benar memberlakukan hukum Islam di Afghanistan. Untuk menegakkan pemberlakukan hukum Islam, Taliban mengumumkan pembentukan pengadilan militer di Kabul, Rabu (10/11/2021). Pengadilan Militer itu dibentuk atas perintah pemimpin tertinggi Taliban, Hebatullah Akhundzada.

Juru bicara Taliban, Enamullah Samangani mengatakan, pengadilan militer tersebut bertujuan untuk menegakkan hukum syariah Islam, dan reformasi sosial. Obaidullah Nezami ditunjuk sebagai ketua pengadilan, sementara Seyed Aghaz dan Zahed Akhundzadeh ditunjuk sebagai wakilnya.

Dilansir Anadolu Agency, Kamis (11/11/2021), Samangani mengatakan pengadilan militer memiliki wewenang untuk menafsirkan keputusan Syariah, serta mengeluarkan keputusan yang relevan dengan hukum perdata Islam dan yurisprudensi dalam kasus tingkat tinggi. Pengadilan juga mendaftarkan pengaduan, tuntutan hukum, dan petisi terhadap pejabat Taliban, termasuk anggota polisi, pasukan tentara, dan unit intelijen.

Sejak Taliban berkuasa, belum ada sistem hukum yang mengikat. Direktorat Tinggi Intelijen mengatakan, tingkat kejahatan telah menurun. Sebanyak 82 penculik dan puluhan pencuri berhasil ditangkap, sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus.

Sebelumnya, Pejabat Perdana Menteri Afghanistan, Hassan Akhund mengarahkan para pejabat untuk menyelidiki kasus penangkapan dan penyiksaan terhadap Allah Gul Mujahid. Dia merupakan seorang mantan anggota Wolesi Jirga atau majelis rendah.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Tak Ada Masjid Resmi, Muslim Yunani Kesulitan Ibadah

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …