petasan dari kertas al quran
petasan dari kertas al quran

Viral Petasan Berbahan Kertas Al-Qur’an, Catat Ini Hukumnya!

Tak berapa lama berselang, jagad maya dihebohkan oleh kasus petasan berbahan kertas Al-Qur’an. Respon publik media sosial ramai mengutuk dan marah dengan kejadian ini. Pasalnya, al Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang sangat sakral. Dalam Islam sendiri, tidak semua muslim boleh menyentuhnya, apalagi membacanya, kecuali mereka yang telah memenuhi syarat. Diantaranya harus suci dari hadas kecil dan besar.

Allah berfirman, “Tidak menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan”. (QS. al Waqi’ah: 79).

Walupun ada perbedaan tafsir apakah yang ditunjuk ayat ini adalah al Qur’an berupa mushaf yang ada di dunia atau mushaf yang ada di Lauh Mahfudz, namun yang jelas al Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah ke bumi. Karenanya, banyak ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud ayat ini adalah mushaf al Qur’an yang biasa kita baca.

Rasulullah juga demikian, melarang orang berhadast menyentuh al Qur’an. Seperti dijelaskan dalam hadis riwayat Malik bin Anas. Dari Abdullah bin Abi Bakar, bahwa dalam surat yang ditulis oleh Rasulullah kepada ‘Amr bin Hazm tertulis, “Janganlah seseorang menyentuh al Qur’an kecuali orang yang suci”.

Iamm Zakaria al Anshari dalam kitabnya Asna al Mathalib mengutip pendapat Imam ‘Izzuddin bin Abdissalam menjelaskan, makruh membakar kayu yang terdapat ukiran ayat al Qur’an. Namun kemakruhan itu hilang apabila untuk menjaga ayat-ayat Allah dari penghinaan semisal diinjak. Oleh karena itu, ketika menjumpai sobekan kertas yang bertuliskan ayat al Qur’an, solusi terbaiknya adalah membakar atau membasahinya dengan air supaya tulisannya luntur. Tidak boleh dibuang khawatir diinjak seseorang, disengaja atau tidak.

Artinya, menjaga dan menghormati al Qur’an adalah wajib. Hal ini seperti disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya al Majmu’Syarh al Muhaddzab, para ulama sepakat wajibnya menjaga dan menghormati mushaf al Qur’an. Maka, menjadi kafir seseorang yang sengaja membuang al Qur’an di tempat kotor.

Baca Juga:  Takbir Hari Tasyrik: Sebelum atau Sesuah Shalat Berjamaah?

Penegasan ini telah menjawab hukum petasan berbahan kertas al Qur’an. Apabila pembuat petasan melakukannya dengan sengaja, ia telah kafir sebab melakukan penghinaan terhadap al Qur’an. Oleh karena itu, dalam konteks bernegara, pelaku harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia yang masuk dalam penistaan agama.

Bagaimanapun Kitab Suci adalah kitab sakral yang dihormati dan dimuliakan oleh masing-masing agama. Mengingkari kemuliaannya berarti sama dengan mengingkari firman Tuhan. Dalam membaca dan menyentuh saja ada etika dana dab tersendiri dalam Islam dalam rangka memuliakan kitab suci. Kesengajaan untuk melecehkan kitab suci seperti al-Quran merupakan tindakan tercela. Tentu tidak hanya merusak kitab suci, tetapi melukai umat Islam.

Namun, tentu bagi umat Islam tidak boleh mudah terpancing amarah yang tidak produktif. Dalam kerangka negara hukum, Indonesia telah menjamin kebebasan beragama, termasuk menyediakan mekanisme bagi para penista ajaran agama, termasuk kitab suci. Kedewasaan umat dibutuhkan untuk mengawasi dan mendampingi kasus ini segera tuntas agar menjadi efek jera bagi pelaku dan pelajaran bagi yang lain.

Wallahu a’lam

 

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …

madzhab hanafi

Taliban Berpangku pada Madzhab Hanafi, Ini Karakteristik Pendiri dan Karakteristiknya

Taliban yang berhasil menguasai Afganistan kali ini sebenarnya dalam pemikiran mengikuti salah satu imam besar …