gigi emas
gigi emas

Pasang Gigi Palsu Berbahan Emas, Apakah Boleh?

Cantik fisik menjadi idaman setiap perempuan. Tak ayal, kaum hawa memiliki perilaku khusus, yakni “dandan”. Salah satu yang paling membawa pengaruh terhadap tampilan cantik adalah gigi. Bayangkan perempuan muda giginya ompong, kurang sempurna. Merasa minder dan akhirnya kurang gaul. Alternatif paling mungkin adalah memasang gigi palsu.

Alternatif paling mungkin adalah memasang gigi palsu. Bagi yang berduit masih melapisi gigi palsunya dengan emas supaya tampilannya lebih menarik. Inilah yang akan kita bahas kali ini. Bagaimana hukum fikih merespon pemasangan gigi palsu? Lebih-lebih bila dilapisi dengan emas.

Dari Ibnu Mas’ud, “Rasulullah melarang mengikir gigi, menyambung rambut dan bertato, kecuali dikarenakan penyakit”. (HR. Ahmad).

Imam al Syaukani menjelaskan, makna tekstual “kecuali dikarenakan penyakit” bermakna larangan Nabi untuk melakukan tiga hal dalam hadis di atas bila tujuannya semata untuk memperindah. Dengan kata lain, kurang puas terhadap ciptaan Allah dan bukan dalam rangka menghilangkan penyakit atau cacat. Makna kontekstualnya, jika tujuannya untuk pengobatan seperti menambal gigi berlubang dan mengganti gigi yang tanggal hukumnya boleh.

Sebagai misal, seseorang yang giginya ompong akan sangat kesulitan mengunyah makanan. Sebab seperti ini masuk pada makna kontekstualnya hadis. Artinya, memasang gigi palsu hukumnya boleh. Sebab copotnya gigi karena sebab penyakit bukan karena sengaja untuk menggantikan ciptaan Allah dengan sesuatu yang lebih indah.

Bagaimana kalau gigi palsu dilapisi dengan emas?

Dalam kitab al Taqrirat al Sadidat fi al Masail al Mufidah, kitab fikih aliran madhab Imam Syafi’i karya Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim dijelaskan, emas boleh digunakan untuk beberapa kondisi, seperti untuk menambal gigi atau dibuat gigi palsu. Karena itu, jika ada gigi yang rusak, berlubang, copot dan tidak bisa dipakai lagi maka boleh ditambal dengan emas atau diganti dengan gigi palsu yang terbuat dari emas.

Baca Juga:  Selamatan Pasca Kematian, Tak Melanggar Agama

Menurut para ulama, memasang gigi palsu merupakan perkara mubah (boleh) sebab bukan dalam upaya untuk merubah ciptaan Allah, seperti mencabut gigi yang masih baik dan utuh. Maka menambal gigi dan memasang gigi palsu hukumnya boleh. Menggunakan emas sekalipun.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …

petasan dari kertas al quran

Viral Petasan Berbahan Kertas Al-Qur’an, Catat Ini Hukumnya!

Tak berapa lama berselang, jagad maya dihebohkan oleh kasus petasan berbahan kertas Al-Qur’an. Respon publik …