picu pro dan kontra vaksin covid berbayar ditunda
picu pro dan kontra vaksin covid berbayar ditunda

Ini Peran Pegawai Kimia Farma Yang Ditangkap Densus 88

Jakarta – Jaringan radikalisme dan terorisme telah lama menyasar para pegawai pemerintahan dan berperan aktif menyebarkan virus radikal sehingga tidak mengherankan ketika terdapat pegawai pemerintahan ditangkap oleh Densus 88 karena diduga menjadi bagian dari jaringan radikalisme dan terorisme di tanah air.

Beberapa hari yang lalu, Densus 88 mengamankan seorang pegawai PT. Kimia Farma. Tbk di Bekasi berinisial S alias MT. Terduga bagian dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan mempunyai peran yang cukup sentral dalam jaringan kelompok radikal tersebut.

Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar menyampaikan S tergabung dalam Perisai Nusantara Esa pada 2018. Perisai Nusantara Esa sendiri merupakan sayap organisasi Jamaah Islamiyah dalam bidang advokasi.

“Terduga S alias MT adalah anggota fund raising Perisai pada tahun 2018,” ujar Aswin melalui keterangan tertulis seperti dikutip dari laman detikcom. Senin (13/9/2021).

Selain itu, Aswin mengatakan S pernah menjadi pembina Perisai Nusantara Esa pada 2020. Dia juga tergabung ke dalam Tholiah Jabodetabek, di mana Tholiah merupakan bidang pengamanan orang dan aset milik JI.

“Anggota Tholiah Jabodetabek saat kepemimpinan Hari,” ucapnya.

Penjelasan Kimia Farma

Satu dari dua terduga teroris yang ditangkap di Bekasi berinisial S adalah pegawai Kimia Farma. PT Kimia Farma membenarkan S adalah pegawainya.

“PT Kimia Farma Tbk tidak mentoleransi aksi radikalisme dan terorisme dalam bentuk apa pun, termasuk di internal perusahaan sehingga mendukung aparat dalam memerangi tindakan tidak terpuji tersebut,” kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo dalam keterangan pers, Senin (13/9).

Verdi mengatakan pihaknya melakukan penelusuran terkait status S yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (10/9).

“Dari hasil penelusuran, salah satu terduga berinisial S merupakan karyawan Kimia Farma,” imbuhya.

Baca Juga:  Menag : Kemenag Kementerian Semua Agama, Tidak Boleh Ada Diskriminasi Pelayanan Keagamaan

Verdi menegaskan pihaknya langsung memberikan tindakan terhadap S. S dibebastugaskan sementara dari perusahaan.

“Untuk status karyawan yang ditangkap tersebut, saat ini perusahaan sudah memberlakukan skorsing dan pembebasan tugas sementara waktu selama menjalani pemeriksaan oleh pihak yang berwajib terhitung sejak 10 September 2021,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …