direktur utama kimia farma verdi budidarmo bersiap mengikuti rapat
direktur utama kimia farma verdi budidarmo bersiap mengikuti rapat

PT Kimia Farma Pastikan Tindak Karyawan Yang Ditangkap Densus 88

BEKASI — Radikalisme merupakan musuh bersama dan harus ada kepedulian dari semua pihak agar tidak masuk dan mengakar kesemua lini terlebih di lembaga yang bernaung dibawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PT Kimia Farma begitu terkejut ketika salah seorang karyawannya ditangkap terkait kasus radikalisme.

PT Kimia Tbk medukung upaya pemberantasan aksi radikalisme dan terorisme dilingkungannya. Termasuk jika ada pihak internal perusahaan yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo mengatakan, pihaknya mendukung penuh aparat penegak hukum untuk memerangi aksi terorisme. Hal ini menanggapi adanya salah seorang karyawan Kimia Farma yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat pada 10 September lalu. Sosok berinisial S yang ditangkap di Bekasi diduga merupakan jaringan Jamaah Islamiyah.

Kimia Farma mengaku melakukan penelurusan untuk memastikan informasi tersebut. “Dari hasil penelurusan, salah satu terduga berinisial S merupakan karyawan Kimia Farma,” kata Verdi Budidarmo, dalam keterangan resmi seperti dikutip dari laman Republika.co.id, Senin (13/9).

Verdi menegaskan bahwa untuk status karyawan yang ditangkap tersebut, saat ini perusahaan sudah memberlakukan skors dan pembebasan tugas sementara waktu. Hal ini dilakukan selama menjalani pemeriksaan oleh pihak yang berwajib  terhitung sejak 10 September 2021.

Menurutnya, apabila karyawan tersebut terbukti bersalah secara hukum maka akan dikenakan sanksi pelanggaran berat sesuai peraturan perusahaan yang  berlaku. Yakni berupa pemutusan hubungan kerja dengan tidak hormat dan otomatis  sudah tidak menjadi bagian dari perusahaan.

Jika yang bersangkutan tidak terbukti bersalah atas dugaan terlibat dalam jaringan terorisme, perusahaan akan melakukan tindakan mendukung pemulihan nama baiknya. “Kimia Farma sangat mendukung sepenuhnya upaya seluruh aparat penegak hukum guna memerangi terorisme di seluruh lingkungan perusahaan dan mendukung upaya aparat penegak hukum untuk memproses secara hukum atas  tindakan yang dilakukan oleh oknum karyawan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Ini 3 Syarat Wujudkan Moderasi Beragama Menurut Quraish Shihab

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …