Mengenal Fatimah Al-Nishaburiyah: Seorang Sufi Perempuan

Fatimah merupakan seorang sufi peremuan yang berasal dari Naisabur Khurasan Beliau merupakan salah satu keturunan bangsawan dari Balkh yang meninggalkan kekayaan dunia demi memilih jalan sufi Beliau terkenal sebagai master of esoteric interpretation of alquran and tasawwuf Kata esoteris berasal dari bahasa Yunani yang berarti suatu hal yang dapat dipahami hanya oleh sekelompok orang tertentu atau suatu hal yang sulit untuk dipahami Fatimah menikah dengan Abu Hamid Ahmad bin Khadrawayh yang juga seorang sufi Setelah menikah mereka dikabarkan melepaskan semua hubungannya dengan dunia dan hidup di sebuah pengasingan Selama di pengasingan diketahui bahwa Fatimah membimbing suaminya dalam hal agama dan praktik Pada suatu ketika Yahya bin Mu adh al Razi seorang sufi dari Ray Iran sedang dalam perjalanan ke Balkh dari Ray Ahmad mengundang beliau untuk makan bersama sesampainya dia di Balkh Kemudian Ahmad bertanya kepada Fatimah Apa yang perlu disiapkan ketika Yahya datang Fatimah Fatimah menjawab kita perlu menyiapkan sapi domba ramuan yang manis bumbu lilin dan parfum Kita juga perlu menyiapkan keledai yang sudah dibunuh sebanyak 20 ekor Ahmad terkejut kenapa harus ada keledai dalam acara tersebut kebingungan tersebut kemudian ditanyakan kepada Fatimah lalu Fatimah menjawab Ketika seorang bangsawan datang untuk makan maka anjing anjing di sekitar pun juga harus mendapat bagian Abu Hafs al Haddad seorang sufi yang masyhur dari Khurasan menceritakan bahwa sebelum bertemu dengan Fatimah dia enggan untuk mendengarkan perempuan Namun setelah bertemu dengan Fatimah dia menyadari dan berkata Sungguh aku bersyukur akhirnya bisa melihat Yang Maha Kuasa telah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siapa saja yang Dia kehendaki Baca juga Imam Abu Hanifah Generasi Tabiin Pendiri MadzhabFatimah hidup semasa dengan Dzun Nun seorang sufi dari mesir Bahkan beliau dianggap sebagai guru oleh Dzun Nun Dzun Nun berkata Dia adalah orang orang kudus Allah dan dia adalah guru saya Fatimah dikenal sebagai ahli ma rifah terbesar sehingga memperoleh pujian dari Abu Yazid Al Bustami yaitu seorang ulama tasawuf dari Persia Hal tersebut dijelaskan dalam kitab yang dikarang oleh As Sulami yang berjudul perempuan perempuan sufi Seorang Dzun Nun dikagumkan oleh sesosok Fatimah Al Nishaburiyah Beliau berkata aku belum pernah melihat perempuan yang lebih utama yang aku temui di Makkah Dia adalah Fatimah Fatimah biasanya membicarakan al quran dengan cara yang mengagumkan Selain Dzun Nun tokoh sufi seperti Abu Yazid Al Bustami juga menunjukkan kekaguman terhadap sosok Fatimah Beliau berkata Selama aku hidup aku baru menemukan perempuan sejati yaitu Fatimah Setiap kali aku memberikannya pengetahuan tentang salah satu maqom spiritual dia menerimanya seolah olah dia telah mengalaminya sendiri Semasa hidupnya Fatimah sering berdiskusi dengan Dzun Nun masalah spiritual Pada suatu ketika Fatimah mengirimkan sesuatu kepada Dzun Nun namun dikembalikan artinya pemberiannya tidak diterima oleh Dzun Nun Dzun Nun beranggapan bahwa menerima pemberian dari perempuan merupakan suatu kelemahan dan kehinaan Anggapan tersebut dilontarkan kepada Fatimah kemudian Fatimah menjawab Tidak ada sufi di dunia ini yang lebih hina daripada orang yang meragukan motif sufi lainya Maksud dari perkataan tersebut adalah seorang sufi sejati tidak melihat penyebab sekunder tetapi selalu mengacu pada pemberi yang abadi yaitu Tuhan Seringnya Fatimah berdiskusi bersama Dzun Nun dan Abu Yazid Al Bustami membuat kecemburuan bagi Ahmad bin Khudruya suaminya Lalu Fatimah menjelaskan dengan sangat bijak dia mengatakan Engkau suamiku adalah karib dengan jalan ilmiahku sedangkan Dzun Nun dan Abu Yazid Al Bustami adalah karib dengan jalan spiritualku Nila Nur Hidayah

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Syeikh Nawawi Al-Bantani: Sosok Ulama Nusantara yang Mendunia
Best Automated Bot Traffic

About Islam Kaffah

Islam Kaffah