Al Jazari
Al Jazari

Mengenal Ismail al-Jazari : Ahli Robotika Pertama dalam Islam

Jika berbicara tentang hal yang berhubungan dengan robotika pastinya yang terlintas di benak kita adalah sang maestro seni dan ilmuwan Leonardo Davinci yang berasal Italia dari Eropa. Pada tahun 1478 Masehi, Leonardo Da Vinci disebutkan telah mampu merakit dan membuat sebuah robot yang diklaim dunia sebagai robot pertama di dunia.

Namun siapa sangka jika konsep dasar robot penemuan Leonardo bisa kita tilik lewat karya seorang ilmuwan muslim, dan mengenalkan pada dunia mengenai mekanika modern. Iya adalah Ibnu Ismail al-Jazari pada abad ke-13. Al Jazari merupakan tokoh kelahiran Turki pada tahun 1136.

Pencapaian itu sekaligus mematahkahkan klaim Barat yang kerap menyebut Leonardo da Vinci sebagai perintis teknologi robot. Da Vinci baru merancang pembuatan robot pada 1478. Itu pun baru berbentuk desain di atas kertas. Sedangkan, insinyur Muslim yang sangat brilian, Al-Jazari, sudah berhasil merancang dan menciptakan aneka bentuk robot pada awal abad ke-13 M.

Peradaban Islam lebih maju tiga abad dalam teknologi robot dibanding Barat. Peradaban Islam adalah perintis dalam bidang teknologi automata, yakni sebuah mesin yang dapat berjalan sendiri. Automata sering digunakan untuk menggambarkan sebuah robot atau lebih khusus robot autonomous. Kata Automata berasal dari bahasa Yunani automatos, yakni berlaku atas kehendak sendiri, bergerak sendiri.

Karya-karya al-Jazari banyak mendapat pujian dari bangsa Barat, bahkan teknologi pembagian gir roda buatannya digunakan oleh beberapa ahli seperti jam astronomi milik Giovanni de Dondi pada tahun 1364 dan desain mesin terdahulu milik Francesco di Giorgio (1501), sehingga idenya tentang robot semakin menyebar di Eropa.

Salah satu penemuannya yang terkenal adalah The elephant clock atau jam gajah yang terdiri dari jam hidrolik berbentuk gajah. Di atas gajah tersebut terdapat dekorasi berbentuk tenda mini yang menjadi tempat komponen jam hingga patung-patung yang bergerak dan berbunyi tiap setengah jam sekali.

Baca Juga:  Empat Sifat Rasulullah yang Dapat Dijadikan Contoh Oleh Calon Kapolri dan Pimpinan Lainnya

Jam gajah ini telah mengusung sebuah siklus mekanik yang secara otomatis menggerakkan seluruh bagian jam, mirip dengan dasar mekanika robot saat ini. Selain jam gajah, al-Jazari juga menciptakan dua jam lainnya., yakni jam lilin dan jam astronomi yang memiliki bentuk seperti istana.

Jam astronomi berbahan bakar air, jam ini adalah jam yang paling canggih yang pernah dibuat, bahkan disebut sebagai komputer analog pertama yang dapat deprogram. Ada pun mesin robot yang diciptakan Al Jazari kala itu berbentuk sebuah perahu terapung di sebuah danau yang ditumpangi empat robot pemain musik; dua penabuh drum, satu pemetik harpa, dan peniup seruling. Bahkan kelincahan robot bikinan al-Jazari, mampu mengibur tamu Kesultanan Turki dari Dinasti Artuqid dalam sebuah jamuan.

Dengan teknologi hidrolik mampu menggerakkan dan memainkan alat musik yang mereka pegang. Sungguh luarbiasa kemampuanyang dimiliki oleh Al-Jazari sampai mampu berhasil menemukan setingan yang pas untuk membuat para robot tersebut bersuara dengan irama yang merdu.

Kejeniusan Ismail al-Jazari sebagian besar terabaikan pada saat ini. Perlu diingat bahwa, dalam semua penemuan al-jazari tidak ada satupun hasil penemuannya yang di gunakan untuk tujuan militer ataupun tujuan merusak.

Sebaliknya Al-Jazari menyumbangkan kecerdasannya yang di tuangkan pada karyanya hanya untuk membantu masyarakat, membuat hidup lebih mudah dan juga menghibur. Al-Jazari adalah insinyur dan ilmuwan terbesar di bidang teknik dan mekanik yang dimiliki umat Islam. segala temuannya telah memberikan pengaruh luar biasa terhadap rancang bangun permesinan modern saat ini.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Imam Santoso

Avatar