Siapapun yang pernah menimbah ilmu di lembah sungai nil Mesir pada tahun 80 90an pasti mengenal mencintai seorang ulama besar ini selain karena ilmu dan pengetahuannya yang begitu mendalam ketika menjelaskan makna makna setiap lafaz dalam Alqur an dan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain atau kaitan antara satu surah dengan surah lain Selain itu retorikannya ketika menjelaskan suatu lafaz dalam setiap pengajian yang disiarkan secara langsung oleh TV Mesir setiap waktu cukup menggugah hadirin sehingga siapapun yang hadir di majlis itu tidak akan meninggalkan tempat itu sebelum ulama besar itu menutup pengajiannya Di bulan Ramadhan ceramah ceramah Syech Sya rawi memenuhi program program TV baik menjelang buka puasa juga pada saat imsak dan di waktu siang Ia ibarat magnet bagi masyarakat di sekitarnya karena tidak satupun dari kalangan masyarakat yang tidak senang dengan pengajiannyam anak anak remaja dewasa dan orang orang tua semua khusyu mendengar ceramah dan pengajiannya bahkan tidak ada satupun kelompok atau aliran pemikiran di Mesir yang merasa kepanasan dengan ceramah ceramahnya Ia sangat lihai merangkai kalimat dan menjelaskan setiap makna Alquran dengan contoh contoh kongkrit yang dapat diterima oleh setiap orang Bahkan tokoh tafsir di Indonesia Prof Dr Quraish Shihab secara gamblang mengakui bahwa ia tidak ada apa apanya bila dibanding dengan pengetahuan Syech Muhammad Mutawalli Sya rawi bahkan ia banyak berguru kepadanya dan mencoba mempraktekkan metoda dan pola yang digunakan oleh Syech Sya rawi dalam menjelaskan setiap makna dan lafaz Alqur an dalam beberapa kitab tafsirnya termasuk ketika ia menjelaskan secara langsung makna makna lafaz Alqur an Siapa sebenarnya Syech Muhammad Mutawalli Sya rawi itu Syech Muhammad Mutawalli Sya rawi Muhammad Mutawalli Sya rawi lahir pada tanggal 15 April 1911 di daerah provinsi Daqhalia Mesir dari keluarga yang biasa saja sejak kecilnya ia telah menunjukkan tanda tanda kepintarannya karena pada umur 12 tahun ia telah menghafal Alquran secara utuh menghafat syair syair dan menguasai tata bahasa Arab dan sastra Pada tahun 1922 ia masuk di sekolah Tsanawiyah Azhar untuk memperdalam ilmu imu alat seperti sastra bahasa Arab fiqih hadis dan lain lain Sejak itu ia mulai menonjol dikalangan teman temannya hingga dia diangkat sebagai Ketua Organisasi Siswa bersama teman temannya yang juga kemudian menjadi pemikir pemikir Islam terkemuka di Mesir seperti Dr Mouahamd Mounem Khafaji Tahir Abu Fashap Penyair dan Dr Khalid Mohamd Khalid dan Dr Muhammad Haekal Di sekolah ia mulai menulis dan di organisasi organisasi kemasyrakatan dan kebiasaan ini dilanjutkan saat ia memasuki bangku kuliah di Cairo Syech Muhammad Mutawalli Sya rawi wafat pada tanggal 17 Juni 1998 Baca juga Mengenal Syech Abdul Halim Mahmoud Sang Ilmuwan Revolusioner dan Tokoh Perdamaian Perubahan mendasar pada diri Muhammad Mutawalli Sya rawi dimulai ketika ia diminta oleh orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al Azhar di Cairo Pada awalnya Muhammad Mutwalli Sya rawi kecil ini enggan meninggalkan kampong halamannya dan lebih memilih berdiam di kampungnya bersama saudara saudarinya untuk bercocok tanam di sekitar rumahnya sekaligus belajar di kota provinsi dimana ia dilahirkan Akan tetapi orang tuanya bersikeras agar ia masuk ke Universitas Al Azhar di Cairo Sya rawi kecil setuju namun catatan agar orang tuanya membelikan kitab kitab turast yang selama ini menjadi rujukan para ulama ulama di Mesir khususnya di Al Azhar seperti ulumul quran ulumul hadis kitab kitab tafsir kitab kitab fiqih kitab kitab aqidah bahasa Arab dan sastra Sebenarnya Sya rawi meminta hal itu dengan maksud agar orang tuanya setuju ia tetap di kampungnya bertani dan belajar bersama teman temannya karena untuk mendapatkan dan membeli buku buku itu bukanlah harga yang murah apalagi saat itu Akan tetapi orang tuanya memahami bahwa syarat tersebut hanya sebagai asalan agar orang tuanya tidak mendesaknya untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar di Cairo Orang tuanya paham bahwa hampir semua kitab kitab yang disebutkan anaknya itu bukanlah sebuah ketentuan dan keharusan untuk memenuhinya karena jurusan dan kecenderungan anaknya tidak begitu bersentuhan dengan kitab kitab turats itu akan tetapi ia tetap setuju dan membelikan semua yang diinginkan oleh anaknya Kisah ini pernah diceritakan oleh Syech Sya rawi kepada wartawan saat menanyakan tentang hidupnya Sya rawi memilih Fakultas Bahasa Arab sebagai tempat kuliahnya Di sanalah ia belajar bahasa Arab secara mendalam dan mengikuti berbagai kegiatan kegiatan kampus serta pergerakan pergerakan mahasiswa termasuk pergerakan nasional dalam lingkup kampus sebagaimana yang dilakukan oleh teman temannya Di Al Azhar ia sering menyampaikan orasi orasi di depan mahasiswa yang menentang penjajahan Inggris dan kebijakan kebijakan yang diterapakannya Pada tahun tahun 1934 ia ditahan dan dipenjara beberapa bulan Sya rawi menikah sejak ia masih di bangku Tsanawiyah atau sederajat dengan Madrasah Aliyah di Indonesia atas dorongan orang tuannya Dari perkawinannya itu ia tiga anak laki laki dan dua anak perempuan Sya rawi berpandangan bahwa pernikahan adalah pilihan dan makna keluarga itu adalah saling pengertian dan saling mencintai dan menerima Pada tahun 1940 setelah ia menyelesaikan studinya ia mengajar di Universitas Ummul Qoura Mekkah Saudi Arabia Namun pada tahun 1950an Ia kembali ke Mesir akibat perseteruan antara Raja Faisal dengan Jamal Abdel Nasser terkait masalah Arab Di Mesir ia diangkat menjadi Kepala Kantor Grand Syech Al Azhar Hassan Maamoun pada saat itu Beberapa tahun kemudian ia ditugaskan lagi di Aljazair sebagai Utusan Al Azhar dan setelah 7 tahun di Aljazair ia kembali ke Mesir dan diangkat menjadi Direktur Urusan Wakaf di Provinsi Gharbiya di Mesir Selanjutnya beberapa tahun kemudian ia diangkat sebagai Sekjen Kementerian Dakwah dan Wakaf dan tidak lama setelah ia dinobatkan sebagai Deputi di Al Azhar Beberapa tahun kemudian ia diundang kembali ke Saudi Arabia untuk mengajar di Universitas Malik Abdul Aziz dan pada tahun 1976 1978 Sya rawi diangkat sebagai Menteri Urusan Wakaf dan Agama Di era itulah Dewan Kabinet Mesir pertama kalinya mengesahkan pendirian Bank Islam Faisal yang pengelolaannya sesuai dengan Syariat Islam Selama karirnya dalam dunia pendidikan dan akademisi Syech Muhammad Mutawalli Sya rawi mendapatkan beberapa penghargaan atas jasa jasanya khususnya yang terkait dengan karya karya yang tidak dapat dihitung baik di tingkat regional maupun dalam negeri Mesir antara lain penghargaan dari Rabithah Alam Islami atas karyanya sebuah karya yang cukup monumental kala itu dalam dunia Alqur an Karena jasa jasanya itu dan kedudukannya sebagai salah satu ulama yang paling kharismatik di Mesir maka pada tahun 2003 murid muridnya memproduksi film documenter tentang perjalanan hidup Syech Sya rawi dengan tema Imam Para Dai yang diputar secara serial di Mesir untuk mengenai ulama besar itu Buku buku yang ditulis mencapai sekitar ratusan tema yang menjelaskan berbagai pandangan pandangannya khususnya yang terkait dengan kemukjizatan Alquran antara lain yang bisa dijadikan rujukan untuk memperdalam pengetahuan tentang Alquran dan masalah masalah keislaman lainnya antara lain sebagai berikut almuntahab fistafisiril quranul karim nazaraton firlquranil karim aladillah maddiyah alawujudillah alislam walfikrul maashir alinsanulkamil muhammadurrasulullah assyura wattasyria fil islam assyaetan wal insan haza huwal islam alfiqhul islami muyaasir waadillatuhu syariyah almaratu kamaaradahallah dan masih banyak buku lainnya yang menarik sekali untuk dibaca

Tinggalkan Balasan