ukuran puasa
ukuran puasa

Mengukur Keberhasilan Puasa: Ini Buah Manis Puasa yang Mestinya Didapat

Pernah membaca atau mendengar kisah anak seorang kekasih Allah yang memiliki akhlak buruk dan tabiat sombong?. Kenapa anak sang kekasih justru memiliki keturunan dengan tabiat dan perilaku buruk?

Setelah ditelusur ternyata sang ayah, seorang ulama dan wali Allah itu pernah kelaparan. Pada saat yang sama tetangganya memberi ia makanan. Setelah memakan sedekah tetangganya itu, tiba-tiba libidonya naik dan berhubungan badan dengan isterinya. Air mani yang dihasilkan dari makanan pemberian tetangganya menyebabkan sang isteri hamil. Lahirlah anak yang memiliki tabiat buruk dan akhlak tercela. Kenapa?

Ternyata tetangganya merupakan seorang kepercayaan penguasa. Dan, makanan yang diberikan kepada ulama yang sekaligus kekasih Allah tersebut dimungkinkan berasal dari harta pemberian penguasa. Walaupun status makanan tidak haram, hanya karena pemberian penguasa, akibatnya seburuk itu.

Perhatikan cerita di atas bagaimana sesungguhnya sesuatu yang ditanam dari keburukan bisa menghasilkan buah yang buruk. Makanan menjadi kunci yang menentukan kebaikan dan keburukan. Makanan yang baik menghasilkan pribadi yang baik. Begitu pun sebaliknya.

Puasa adalah cara menanam kebaikan selama sebulan untuk menghasikan kebaikan untuk setahun. Dalam sebulan ini umat Islam ditempa dan ditanam pelajaran yang baik dari menjaga totalitas sikap, sifat dan tindakan.

Esensinya sebenarnya bukan sekedar menahan lapar, haus dan keinginan seksual. Namun, sejatinya puasa adalah latihan menahan seluruh keinginan nafsu yang bisa menghantarkan kepada sifat dan tabiat yang buruk. Tujuannya untuk mengekang hawa nafsu supaya tidak liar dan tak terkendali.

Bila diulas lebih lanjut, keperibadian seseorang menjadi buruk dan tidak terpuji apabila dua anggota tubuhnya yakni mulut dan kemaluan dibiarkan  bebas, tidak dikekang dan tidak dikendalikan. Mulut dibebaskan makan apa saja tanpa melihat asal muasal makanan yang dikunyah dan masuk ke dalam perutnya. Begitu juga birahi kemaluannya yang dilampiaskan tanpa memandang halal dan haram.

Keinginan adalah sumber petaka sumber petaka manusia. Jika nafsu dan keinginan tidak bisa dikendalikan dan kelola dengan baik, akibatnya justru sangat fatal. Mencuri, korupsi, berzina dan tindakan tak terpuji lainnya lahir dari keinginan untuk memuaskan mulut dan kemaluan.

Maka Tips yang diberikan oleh Rasulullah ketika berpuasa dengan beragam ujian dan ajakan adalah dengan menolak dengan cara baik : Saya sedang berpuasa. Jika kita diajak makan, diajak minum, diajak zina, diajak menggunjing, diajak bohong, diajak mencuri, diajak menyakiti yang lain dan tindakan tercela lainnya, katakanlah : saya sedang berpuasa.

Melalui puasa, Islam melatih manusia untuk mengelola dengan baik sumber petaka itu menjadi sumber rahmat. Puasa Ramadhan adalah membentuk kepribadian yang memiliki akhlak mulia. Tujuan ini sebagai usaha untuk mendaki puncak tujuan diturunkannya agama Islam kepada Nabi yang tidak lain hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Karena itulah, buah ibadah bulan suci ini adalah membentuk karakter dan kepribadian yang diliputi dengan akhlak yang terpuji yang akan mengangkat derajat kemuliaan seseorang. Rasulullah ketika ditanya, siapa orang yang paling dicintai oleh Allah? Beliau menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya”. (HR. Ibnu Hibban). Pada hadis yang lain, dari Aisyah beliau bersabda “Tidak ada amal yang lebih berat timbangannya di hari kiamat kecuali akhlak mulia”. (HR. Abu Daud).

Puasa Ramadhan merupakan media paling efektif untuk melatih dan membersihkan akhlak seseorang. Puasa akan mewujudkan ketakwaan dan takwa mewujudkan akhlak terpuji. Oleh karena itu sudah selayaknya kita untuk berikhtiar secara sungguh-sungguh dalam melaksanakan puasa Ramadhan supaya menjadi seorang hamba yang selalu diberi petunjuk ke arah takwa dan akhlak mulia.

Jika suatu saat anda ingin mengetahui apakah puasamu diterima oleh Allah? Apakah puasamu tahun ini berhasil? Memang pahala puasa adalah pahala rahasia Allah untuk hambanya. Namun, ukuran paling mudah untuk diketahui apakah akhlak kita sudah mulai terbentuk dengan baik? Apakah puasamu melahirkan sikap, sifat dan tindakan yang terpuji.

Tidak perlu gelisah dengan diterima puasa atau tidak karena semua itu rahasia Allah. Namun, raihlah buah manis puasa berbentuk perubahan akhlak jelek menuju akhlak mulia. Itulah ukuran keberhasilan dan buah manis puasa.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

kopi sufi

Kopi dan Spiritualitas Para Sufi

Ulama dan Kopi apakah ada kaitan diantara mereka berdua? Kopi mengandung senyawa kimia bernama “Kafein”. …

doa bulan rajab

Meluruskan Tuduhan Palsu Hadits-hadits Keutamaan Bulan Rajab

Tahun Baru Masehi, 1 Januari 2025, bertepatan dengan tanggal 1 bulan Rajab 1446 H. Momen …