Mahfud MD
Mahfud MD

Menko Polhukam Sebut Ekstremisme Jihadis Paham Paling Mengerikan

Jakarta – Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap tiga jenis ekstremisme yang mengarah pada terorisme dan intoleransi. Ketiga jenis paham itu antara lain ekstremisme jihadis, ekstremisme takfiri, dan ekstremisme ideologis.

Mahfud MD mengatakan bahwa ekstremisme jihadis merupakan paham yang paling mengerikan, sebab meyakini orang yang tidak sepaham dengannya wajib untuk dibunuh. Selain itu, paham ekstremisme jihadis ini juga tak segan membunuh orang-orang ataupun kelompok yang dianggap berusaha menghalangi cita-cita mereka.

“Ekstremisme jihadis adalah yang paling ekstrem yang meyakini melakukan pembunuhan kepada orang lain yang tidak sepaham atau bahkan membunuh orang dan kelompok tertentu yang dianggap menghalang-halangi terwujudnya paham mereka,” kata Mahfud MD, dikutip akun Instagram @momahfudmd, Selasa (8/2/2022).

Mahfud MD kemudian mengungkap terkait penyebaran paham ekstremisme jihadis ini yang mana salah satunya digunakan oleh kelompok teroris ISIS.

“Ekstremisme ini contohnya adalah ISIS dan beberapa kelompok teroris di Indonesia. Mereka tidak hanya menyerang kelompok yang dianggap sebagai lawan, tetapi juga pihak yang dipandang menghalangi tujuan mereka,” terangnya.

Paham ekstremisme selanjutnya yang juga mengarah pada tindakan terorisme dan intoleransi disebut Mahfud MD adalah takfiri. Ia mengatakan bahwa paham takfiri ini seringkali menganggap paham lain sesat dan kafir, walaupun masih satu agama.

Menurutnya paham takfiri ini merasa paling benar sendiri dan selalu memusuhi serta menjauhi kelompok lain yang berbeda. Apalagi paham takfiri tersebut teridentifikasi pada kelompok yang seringkali menyerang simbol-simbol tertentu.

“Takfiri adalah paham yang menganggap paham lain walaupun satu agama adalah paham yang sesat, kafir, yang tidak saja harus dijauhi tetapi harus dimusuhi. Identifikasi kelompok tidak hanya pada level pemikiran, tetapi juga pada simbol-simbol tertentu,” paparnya.

Baca Juga:  Masyarakat Harus Waspada dan Pahami Ideologi Khilafah yang Diusung Khilafatul Muslimin

Terakhir, Mahfud MD menyebut ekstremisme ideologis juga mengarah pada terorisme dan intoleransi. Ia menilai pada dasarnya ekstremisme ideologis ini merupakan paham yang sangat lunak, tetapi tetap saja berbahaya.

Kelompok yang menganut paham ini rata-rata tak jauh berbeda dengan orang-orang takfiri, lantaran sama-sama menganggap dirinya paling benar. Apalagi kelompok yang menganut paham ekstremisme ideologis ini banyak ditemui di Indonesia yang salah satunya mereka sering menganggap Pancasila sesat.

“Ekstremisme ideologis adalah ekstrimisme yang lunak namun tetap berbahaya. Mereka memiliki paham tertentu yang dianggap paling benar dan menyalahkan paham yang dianut orang lain, bahkan paham nasional seperti Pancasila pun disebut sesat,” tuturnya.

Menurut Mahfud MD, kelompok yang menganut paham ekstremisme ideologis ini bergerak melalui lembaga-lembaga pendidikan guna mempengaruhi pemikiran orang awam. Kelompok ini juga sering menyelipkan brosur-brosur propaganda yang intinya mereka ingin mengubah Pancasila.

“Mereka berupaya mengubah Pancasila dengan mempengaruhi pemikiran melalui lembaga pendidikan dan diskusi, serta brosur-brosur penyusupan bahwa Pancasila salah dan harus diganti,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

kisah nabi adam

Begini Kisah Wafatnya Nabi Adam dan Permintaan Terakhirnya

Jakarta – Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Nabi Adam …

Paham radikalisme pernah menyaru dengan pariwisata pantai di Garut selatan Salah satunya di Desa Mekarwangi Cibalong Yuk lihat keseharian warga Cibalong Pradita Utamadetikcom

Thogutkan Pancasila, Masuk Surga Cukup Bayar Rp 25 Ribu

Garut – Penyebaran paham radikal sudah seperti virus Covid- 19, menyebar dan menyusup ke berbagai …