056624600 1590333367 830 556

Mufti Rusia: Muslim Nikmati Kebebasan Penuh di Rusia, Tidak Ada Tempat Untuk Perselisihan Agama

KAIRO – Konflik antaragama seringkali terjadi dikarenakan tidak ada dialog sehingga terjadi mispersepsi dimasing-masing pihak. Dialog antaragama menjadi kunci dalam menciptakan perdamaian karena sejatinya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan.

Beberapa negara di eropa berdampingan hidup antara Muslim, Kristen dan Yahudi. Jarang sekali terjadi gesekan atau bahkan bisa dibilang hampir tidak ada, semua terjadi karena kesepahaman akan makna sebuah agama.

Di Rusia, muslim telah hidup berdampingan dengan Kristen dan Yahudi selama ratusan tahun, tidak ada konflik antaragama diantara para pemeluknya karena selain saling memahami, negara juga menjamin kebebasan pemeluk agama untuk menjalankan ritualnya.

Mufti Moskow Ildar Hazrat Alyautdinov mengatakan, Muslim di Rusia menikmati kebebasan penuh. Di sela-sela konferensi internasional di Kairo, Mesir dia menyebut umat Islam di Rusia menikmati semua hak kewarganegaraan.

Rusia adalah negara dengan populasi 146 juta orang dan ada sekitar 20 juta Muslim yang tinggal di sana. Alyautdinov menambahkan, umat Islam telah berada di Rusia selama berabad-abad dan memiliki kebebasan penuh menjalankan agama mereka.

“Kami memiliki hubungan sangat baik dengan Pemerintah Rusia termasuk dengan orang-orang Kristen dan Yahudi. Kami adalah satu keluarga dan tidak ada tempat untuk perselisihan agama atau ras,” kata Alyautdinov, dikutip Iqna dan republika.co.id Rabu (4/8).

Dia mengakui, hubungan antara Muslim dan pemeluk agama lain didasarkan pada persahabatan dan kerja sama. Konferensi internasional tentang Otoritas Fatwa di Era Digital diadakan di Mesir pada 3-4 Agustus.

Ulama, mufti, pemuka agama, dan tokoh masyarakat dari 85 negara ambil bagian dalam konferensi yang diselenggarakan di bawah Sekretariat Jenderal Otoritas Fatwa Sedunia. Menurut penyelenggara, konferensi ini bertujuan mengimplementasikan serangkaian tujuan strategis Otoritas Fatwa di era digital. Langkah ini dinilai berguna untuk membuka saluran komunikasi dan kerja sama dengan lembaga fatwa di seluruh dunia dengan memanfaatkan teknologi modern dalam mengeluarkan fatwa. Konferensi tersebut mencakup peluncuran sejumlah inisiatif baru untuk mengatur dan mencapai lompatan besar dalam penerbitan fatwa digital di dalam dan di luar Mesir.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Persiapan Ibadah Umrah 1442 Mulai Dibahas Kemenag

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …