Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir
Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir

Muhammadiyah Berharap MUI Jadi Penjaga Akhlak dan Nilai Luhur Islam Washatiyah

Yogyakarta – Muhammadiyah berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi penjaga ahlak dan nilai-nilai luhur Islam wasathiyah dan menebar rahmatan lil alamin sesuai tagar MUI. Itu harus bisa dipraktikkan di dunia nyata.

Harapan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat memberikan ucapan selamat atas kepengurusan baru MUI masa bakti 2020-2025. Haedar juga mendoakan kepengurusan MUI yang baru mampu menjalankan amanat dengan baik, disertai uswah hasanah meneladani Nabi Muhammad SAW, nabi akhir zaman.

“Jika MUI menjadi pembawa misi Islam, maka bagaimana keislaman itu dipraktikkan di tubuh MUI dan di lingkungan umat Islam secara nyata, bukan sekadar norma ajaran. Apalagi, dengan membawa nama ulama,” kata Haedar, Jumat (27/11/2020).

Ia mengingatkan, jabatan di MUI amanat sangat berat karena itu posisi keumatan yang membawa mandat kerisalahan nabi. Menurutnya, posisi di MUI kalau dikejar akan melilit Si Empunya dan menjadi beban yang sangat berat. Sebab, pertanggung jawaban bukan hanya kepada umat tapi Allah Yang Maha Penghisab.

Ia menekankan, sangat berat posisi di MUI dan ormas keagamaan karena bila tidak ditunaikan jadi musibah yang mendudukinya karena membawa nama Islam dan ulama.

Haedar mengingatkan, ulama itu bukan simbol dan jabatan tapi amanah keilmuan, uswah hasanah, dan peran sebagai warasatul anbiya. Jangan sampai ulama menyalahi uswah hasanah nabi karena sungguh berat jadi pewaris nabi, yang disandang dengan pertanggung jawaban dunia dan akhirat.

“Saya berharap pengurus MUI bisa menjadi suluh kebenaran dan kebaikan dalam hal-hal penting,” imbuhnya.

Hal penting itu antara lain, membawa misi kebenaran berdasarkan agama Islam dalam berbagai pemikiran dan tindakan. Suarakan kebenaran secara bayani, burhani dan irfani yang mendalam dan melintasi layaknya ar rasihuna fil llmi.

Baca Juga:  Tepis Informasi Kemenag Terkait Umrah, Kemlu: Arab Saudi Hanya Tutup Visa Turis

“Insya Allah ulama MUI menjadi pemandu kebenaran, tidak menyalahi kebenaran Islami demi hal-hal pragmatis. Kebenaran bukan hanya disuarakan, tapi dipraktikkan dalam kehidupan nyata dalam tindakan jujur, amanah, adil, dan baik,” ujar Haedar.

Sebaliknya, lanjut Haedar, mereka tidak pula dusta, khianat, zalim dan buruk perangai seperti gemar mengejar jabatan yang tidak ditunaikan dengan terpercaya. Kedua, membimbing umat dengan ilmu dan uswah hasanah ke arah keadaban atau ahlaq karimah.

“Agar umat halus budi, baik tutur kata, mulia tindakan sesuai ajaran Islam tentang menyempurnakan ahlak mulia. Membimbing dan memberi teladan agar umat tidak buruk kata dan perbuatan, intoleran, onar dan kegaduhan, dan perilaku tidak terpuji lain,” tutur Haedar Nashir.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan …

menko pmk muhadjir effendy

Resmi Cabut Izin PUB ACT, Pemerintah Sisir Izin Lembaga Pengumpul Donasi Lain

Jakarta – Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang dalam sorotan karena terindikasi menyelewengkan dana umat, …