Kaum LGBT di ajang Citayam Fashion Week
Kaum LGBT di ajang Citayam Fashion Week

MUI Apresiasi Citayam Fashion Week, Tapi Tolak Keras Dicampuri LGBT

Jakarta – Ajang adu fashion ‘keren’ ala anak-anak ABG dari Citayam dan Bojonggede di kawasan Sudirman, Jakarta, Citayam Fashion Week tengah menjadi primadona diantara glamor kehidupan ibukota. Hampir setiap hari, terutama di akhir pekan, kawasan Sudirman selalu penuh sesak didatangi penonton, saat Bonge, Jeje, dan kawan-kawan, lenggak-lenggok di zebra cross dengan outpit ‘keren’ mereka.

Sayangnya, Citayam Fashion Week kini ‘dikotori’ oleh kehadiran kaum LGBT alias lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Dalam beberapa video viral, dua laki-laki tampil ‘lembeng’ dengan mengenakan pakaian dan gaya perempuan.

Hal inilah yang kemudian mendapat banyak penolakan. Salah satunya dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis. Ia mengatakan sangat mengapresiasi kreativitas para remaja di Citayam Fashion Week.

Namun, Kiai Cholil menolak keras jika ajang itu menjadi momen komunitas LGBT untuk memamerkan perilakunya.

“Saya mengapresiasi atas kreativitasnya teman-teman bahwa dari mana pun bisa muncul kreativitas dan dari kampung pun bisa go internasional. Kemudian juga bagaimana mereka melakukan kreatif untuk memberi hiburan kepada masyarakat,” kata Kiai Cholil dikutip dari Republika.co.id, Senin (25/7/2022).

“Tapi, secara bersamaan tentunya kita menolak kalau itu menjadi ajang umpamanya pamer LGBT. Atau mengubah identitas kelamin atau identitas gendernya. Itu tidak diinginkan oleh kita,” tambahnya.

Menurutnya, ada hal positif yang ditampilkan di kegiatan tersebut yang memang harus diapresiasi dan didukung. Namun dia mewanti-wanti untuk menghindar dari sisi negatif yang mungkin dilakukan saat Citayam Fashion Week itu.

Kiai Cholil berharap agar para remaja atau generasi muda saat ini beretika sesuai dengan keyakinannya. Bagi umat Islam tetap berperilaku dengan etika atau norma dalam agama Islam dan bagi remaja non Muslim agar berperilaku sesuai dengan nilai agamanya.

“Kalau Islam, ya etika Islam dan itu sesuai dengan Pancasila. Yang kedua anak kita kreatif tetep lada identitas gendernya, laki-laki sebagai lak-laki, perempuan sebagai perempuan. Yang ketiga, fashion itu menunjukkan identitas. Jadi kalau di luar identitasnya fashion laki-laki dan perempuan, maka keluar dari keindahan kreativitas menjadi penyimpangan,” terangnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

ivan gunawan 6 43

Ivan Gunawan Sisihkan Sebagian Rizkinya Untuk Pembangunan Masjid di Uganda

Jakarta – Ivan Gunawan, artis multi telanta yang juga merupakan seorang disainer terkenal mempunyai perhatian …

escortescort