019891800 1636449988 830 556

MUI: Ijtima Ulama Musyawarah untuk Kemaslahatan Umat Dan Meneguhkan Ukhuwah

JAKARTA – Forum Ijtima Ulama Ke-7 telah selesai sejak Kamis, (09/11) dengan menghasilkan beberapa point, diantaranya penggunaan Crypto sebagai mata uang yang menghasilkan kesepakatan haram penggunaanya dan permintaan mencabut Permendikbud 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKS).

Dalam musyawarah Ijtima Ulama semua pembahasan mempunyai agenda bagaimana agar kemaslahatan umat tetap terjaga dan untuk menjaga keberlangsungan ukhuwan yang telah menjadi identitas bangsa, sehingga selalu mengedepankan kemaslahatan umat dan bukan bersifat personal baik egois maupun fanatik sempit.

“Perdebatan ide, gagasan yang justru menguatkan dan mengukuhkan, serta meneguhkan ukhuwah dan juga kebersamaan di antara kita,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam dalam keterangan tertulis yang diterima dari Jakarta, seperti dilansir dari laman republika.co.id Jumat (12/11).

Ijtima Ulama ke-7 Komisi Fatwa MUI ini telah menyepakati 12 poin bahasan. Poin-poin bahasan tersebut, yakni makna jihad, makna khilafah dalam konteks NKRI, kriteria penodaan agama, tinjauan pajak bea cukai, dan retribusi untuk kepentingan kemaslahatan.

Kemudian, panduan pemilu dan pemilukada yang lebih bermaslahat bagi bangsa, dan distribusi lahan untuk pemerataan dan kemaslahatan. Lalu, mengenai hukum pinjaman online, hukum transplantasi rahim, hukum cryptocurrency, penyaluran dana zakat dalam bentuk qardhun hasan, hukum zakat perusahaan, dan hukum zakat saham.

“Ini hal yang patut kita syukuri bahwa musyawarah didasarkan kepada ide, ilmu, dan hikmah akan saling menguatkan dan mengokohkan,” kata dia.

Anggota Bidang Fatwa MUI DKI Jakarta yang juga pengurus DPP LDII Aceng Karimullah mengatakan perbedaan pendapat dalam musyawarah ijtima ulama MUI merupakan hal yang biasa. Menurut Ketua Departemen Pendidikan, Keagamaan, dan Dakwah LDII itu, persatuan tetap harus dikedepankan, diperjuangkan, dan dirawat dengan berbagai ikhtiar dari setiap unsur demi kemaslahatan bersama.

Baca Juga:  Mau Masuk Masjid Di Negara Ini, Jamaah Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin

“Yang perlu ditanamkan, jangan saling menghina atau mencaci karena itu semua ijtihad ulama yang sudah ada dalilnya. Jangan melihat juga asal mereka dari mana, toh sudah berikrar Bhinneka Tunggal Ika. Silakan melestarikan budaya masing-masing, namun ketika sudah bertemu meski agama berbeda, yang dituju hanya persatuan dan kesatuan,” kata dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dir Cegah BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Universitas Pembangunan Panca Budi

Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila

Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama …

ilustrasi al quran

Khutbah Jumat – Menjalani Kehidupan Dalam Tuntunan Agama

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …