Salat Tarawih
Salat Tarawih

Muncul Klaster Covid-19 Salat Tarawih, Menag: Jangan Lengah, Taati Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H

Jakarta- Dua klaster baru Covid-19 muncul dari pelaksanaan salat Tarawih di Banyumas, Jawa Tengah. Diduga klaster tarawih ini terjadi akibat masyaraat tidak taat menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketika melaksanakan salat Tarawih.

“Kasus di Banyumas ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk jangan pernah lengah dalam menjalankan prokes demi terjaganya keselamatan jiwa bersama. Sebab, potensi penyebaran virus bisa dari mana saja. Ini yang harus diantisipasi bersama. Saya minta Kakanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota, hingga penyuluh KUA untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M dalam situasi pandemi,” ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Menag menjelaskan, Kemenag sejak awal telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 04 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Edaran tersebut antara lain mengatur pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan salat fardu lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus Alquran, serta itikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau musala.

Itu pun harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing.

Untuk kegiatan pengajian/ceramah/taushiyah/kultum Ramadan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala juga harus dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Menag meminta pengurus atau pengelola masjid/musala wajib menunjuk petugas khusus untuk mengawal penerapan protokol kesehatan. Sehingga, jika ada petugas maka ketika diketahui ada jamaah yang sedang tidak sehat seperti halnya di Banyumas, jamaah tersebut tidak diizinkan masuk untuk menjaga jamaah lain.

Baca Juga:  Konbes GP Ansor Hasilkan 6 Penanganan Covid-19

Selain memastikan jamaah menerapkan prokes, Menag juga meminta petugas yang ditunjuk juga melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur dan menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala.

“Catatan pentingnya, kegiatan ibadah Ramadan di masjid/musala, seperti Salat Tarawih, Witir, tadarus Alquran, iktikaf, dan Peringatan Nuzulul Quran tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19 berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat,” tegas Menag.

Menag menegaskan, SE ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang pengendalian penyebaran Covid-19 pada masa Ramadan, termasuk nanti Salat Idul Fitri.

“Saya minta jajaran Kemenag, pusat dan daerah untuk mengintensifkan sosialisasi, edukasi, dan pembinaan baik kepada pengurus masjid/musala maupun masyarakat umum. Patuhilah prokes serta berkoordinasi selalu dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19,” tandas Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

umat muslim bersiap melakukan sholat berjamaah dengan menerapkan protokol

Fenomena Mana Dalilnya & Pentingnya Belajar Alquran Secara Baik

JAKARTA – Al-Quran bukan hanya sekedar kitab suci yang bertuliskan perintah dan larangan, namun juga …

Dana dikorupsi berjamaah pembangunan Masjid Raya Palembang mangkrak

Dana Pembangunan Masjid Sriwijaya Dikorupsi Berjamaah, MUI: Di Luar Batas Moral dan Religiusitas

Jakarta – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) baru saja menetapkan tiga tersangka baru korupsi …