murtad
murtad

Murtad Kemudian Islam Lagi, Apakah Shalatnya Wajib Qadha’?

Kita mendapat kabar Nania Yusuf alias Nania Idol yang murtad pada tahun 2009 lalu kini kembali memeluk Islam. Di bawah bimbingan Gus Miftah ia kembali kepada agama asalnya Islam.

Menyesal. Mungkin itu yang terjadi pada jebolan Indonesian Idol tersebut. Berdasarkan pengakuannya, ia berkeinginan masuk Islam kembali sejak dua tahun lalu. Pemicunya, setiap dalam kesendirian hatinya selalu bertanya “kelak setelah meninggal dirinya dikubur ala Nasrani atau Islam”? Sampai akhirnya niat untuk kembali menjadi muslimah begitu kuat.

Apa yang dialami Nania Idol menyisakan pertanyaan yang berhubungan dengan hukum Islam. Minimal ada dua pertanyaan, pertama hukum riddah (murtad), dan kedua, bagaimana dengan kewajiban-kewajiban yang ditinggalkan semasa dirinya murtad, seperti shalat dan zakat, apakah wajib di qadha’ atau tidak?

Hukum Murtad

Khatib al Syarbini dalam kitabnya Mughnil Muhtaj menegaskan murtad adalah kekafiran paling keji dan berat, jika kemurtadan itu sampai dibawa mati maka seluruh amalnya dihapus.

Firman Allah: “Dan siapa saja dari kalian yang murtad dari agamanya lalu ia mati dalam keadaan kafir, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (al Baqarah: 217)

Dalam ayat yang Allah mengingatkan: “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi”. (Al Zumar: 65)

Murtad masuk Islam lagi, shalatnya harus di qadha’ atau tidak?

Kalau kemudian bersyahadat kembali maka keislamannya sah. Namun demikian, ada kewajiban yang harus ditunaikan. Yakni, mengqadha’ shalat dan zakat sewaktu dirinya murtad.

Imam Syafi’i dalam kitabnya al Umm menjelaskan, ketika seseorang murtad kemudian masuk Islam lagi, maka dirinya wajib mengqadha’ shalat yang ditinggalkan sewaktu dirinya murtad, begitu juga dengan zakat.

Baca Juga:  Sunnah Dituduh Bid’ah (2) : Hukum Dzikir Berjamaah

Akan tetapi menurut madhab Maliki dan Hanafi, seperti termaktub dalam al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuawitiyah,  orang yang murtad kemudian masuk Islam lagi tidak wajib mengqadha’ shalat, karena saat dirinya murtad statusnya adalah orang kafir. Karena berstatus sebagai orang kafir secara otomatis juga mengingkari kewajiban shalat.

Penjelasan yang sama disampaikan oleh Syaikh Wahbah al Zuhaili dalam Mausu’ah al Fiqh al Islami wa al Qadhaya al Mu’ashirah. Disini dijelaskan bahwa menurut madhab Hanafi orang yang murtad kemudian kembali kepada Islam tidak wajib mengqadha’ shalat yang ditinggalkan selama murtad. Sebab orang yang murtad sama dengan kafir asli. Seluruh ibadahnya terhapus dan tidak dikenai kewajiban apapun. Sehingga, andaikan pernah melakukan haji sebelum murtad Ibadah hajinya dianggap gugur dan wajib haji apabila mampu.

Sedangkan menurut madhab Syafi’i, shalatnya wajib diganti atau qadha’. Namun haji yang pernah dilakukan sebelum ia murtad tidak perlu diulang kembali, dengan kata lain kewajiban haji telah gugur karena pernah melakukan ibadah haji.

Seperti ini penjelasan dan konsekuensi hukum bagi orang murtad kemudian kembali kepada agama Islam. Namun perlu diperhatikan bahwa murtad sangat dilarang karena termasuk dosa besar. Menyekutukan Allah adalah dosa besar yang sulit diampuni.

Karenanya, jangan menjadikan pindah agama atau murtad sebagai tren karena akibat yang ditimbulkannya sangat besar. Ulama fikih hanya beda pendapat apakah shalat, zakat dan haji serta kewajiban yang lain harus diganti atau tidak, tetapi tentang terhapusnya seluruh pahala amal yang telah dikerjakan sebelum murtad mereka sepakat.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

puasa dzulhijjah

Istri Puasa Sunnah 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Tanpa Ijin Suami, Inilah Pendapat Ulama Madzhab

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan tentang kemuliaan bulan Dzulhijjah disebutkan dalam al …

Pernikahan beda agama

Pernikahan Beda Agama dalam Perspektif Islam dan Negara

Pernikahan beda agama kembali menjadi polemik dan perbincangan hangat publik Indonesia. Topik ini semakin hangat …