Jakarta Myanmar menggunakan edukasi agama untuk menyebarkan isu radikalisme terhadap minoritas etnis Rohingya Alhasil radikalisme inilah yang menyudutkan etnis Rohingya sehingga terjadi genosida yang membuat Muslim Rohingya lari mengungsi ke negara lain Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Jakarta dan University of New South Wales Australia memaparkan cara edukasi agama digunakan menyebarkan paham radikalisme di Myanmar Hal itu tercantum dalam hasil penelitian berjudul An Odyssey of Faith People State and Religious Education in Myanmar yang disusun oleh Debbie Affianty Debbie memaparkan hubungan pemerintah dengan lembaga edukasi religi dalam menyebarkan paham nasionalisme dan radikalisme Paham ini menyudutkan minoritas dan akhirnya menjadi sumbu konflik Debbie mengatakan persekusi terhadap Muslim mengutip ketua asosiasi masjid di Yangon dilakukan secara sistematis dan ini bukan hanya dilakukan terhadap Muslim Rohingya tetapi di seluruh Myanmar Salah satu contoh adalah buku sejarah Myanmar Muslim Myanmar bagaimanapun memiliki andil dalam perjuangan kemerdekaan Myanmar Namun peran Muslim dalam kemerdekaan Myanmar tidak tercantum dalam buku sejarah di negara itu Baca juga Terancam Deportasi di India Muslim Rohingya Pilih Nyebrang ke BangladeshNamun Debbie melanjutkan persekusi oleh pemerintah Myanmar bukan hanya ditujukan kepada minoritas Muslim namun juga minoritas agama lain Pemerintah menggunakan organisasi Ma Ba Tha untuk menyebarkan paham ultranasionalisme Myanmar Lulusan sekolah Islam madrasah susah mendapatkan kerja ketika lulus Akibatnya mereka hanya menjadi pekerja kasar tutur Debbie dikutip dari tempo co Debbie menambahkan biasanya lulusan Muslim memilih bekerja di luar negeri seperti ke Malaysia atau Pakistan untuk pekerjaan lebih baik Ashin Wirathu biksu radikal adalah salah satu figur yang dimanfaatkan otoritas Myanmar untuk menyebarkan semangat ultranasionalisme Myanmar Radikalisme Budha yang didukung pemerintah rupanya juga digunakan untuk tujuan politik Paham radikalisme ultranasionalisme Ma Ba Tha dan organisasi radikal lain mendapat sokongan dari pemerintah Sementara Dr Melissa Crouch dari University of New South Wales mengungkapkan ada lima kelompok yang terlibat dalam krisis di Myanmar Mereka adalah organisasi etnis bersenjata kelompok milisi Budha Arakan kelompok Arsa Northern Alliance dan militer beserta faksi dukungan militer

Tinggalkan Balasan