Poligami adalah sesuatu yang dibolehkan dalam Islam karena ada ayat yang mendukung legalitas tindakan tersebut bahwa seorang suami boleh memiliki dua atau tiga istri atau empat istri dengan ketentuan suami harus berlaku adil dalam segala hal mulai dari jaminan kebutuhan bathin hingga kebutuhan materi seperti nafkah sehari hari dan tempat tinggal lainnya Pembolehan ini bukan berarti kewajiban artinya jika seseorang tidak berpoligami tidak akan berdosa Jadi posisinya adalah mubah bukan wajib Alquran juga tidak mendorong untuk melakukan poligami bahkan mengingatkan dampaknya jika tidak bisa berlaku adil Jika seseorang berpoligami dan tidak bisa berlaku adil berarti sebenarnya dia telah menjungkirbalikkan yang halal menjadi yang haram Para ulama berbeda pendapat mengenai poligami ada yang membolehkan dan mendorong untuk melakukan hal itu dengan pertimbangan pertimbangan tersendiri dan juga ada yang hanya sebatas membolehkan tetapi tidak mendorong ke arah sana dengan berbagai pertimbangan Pertama Poligami hanya khusus kepada nabi saja bukan kepada semua umatnya dengan asumsi bahwa nabi menikahi istri istrinya bukan karena tergila gila kepada perempuan bukan juga karena mencari kepuasan hawa nafsunya dan bukan juga karena mencari kekayaan dan jago jagoan akan tetapi semata mata karena ingin menolong dan menyelematkan perempuan perempuan itu dari fitnah mengingat suami mereka merupakan sahabat nabi yang telah berjuang bersamanya dalam menegakkan dakwah islam sehingga nabi harus melindunginya dan menjaganya dari fitnah karena mereka adalah ummul mukminin Baca juga Politisasi Poligami Akan Lukai Umat IslamKedua Situasi ketika nabi menikahi istri istrinya suasana umat Islam masih dalam perang dengan kaum musyrikini dimana mereka setiap waktu harus bergerak keluar kota menghadapi musuh musuh sehingga banyak pasukan dan sahabat sahabatnya yang tewas dalam peperangan itu Karena itu nabi ingin menyelamatkan mereka walaupun diantara mereka ada yang umurnya di atas umur Rasulullah Saw Ketiga Tabiat wanita itu bertentangan dengan tabiat laki laki Jika laki laki memiliki keinginan untuk bisa memiliki beberapa perempuan di sampingnya maka wanita tidak demikian Wanita lebih senang dan lebih bahagia memiliki satu pasang saja dan tidak menyukai beberapa laki laki disisinya Salah satu penyebab kenapa Rasulullah Saw melarang Ali bin Abi Tholib menikahi putri Abu Jahal yang sudah memeluk Islam karena Rasulullah takut jika rasa cemburu membara dalam hati Fatima sehingga merusak nama baiknya sebagai wanita mukmin yang memiliki kedudukan yang tinggi Dalam kitab Fathul Bari diceritakan bahwa Rasulullah Saw tidak menghendaki pernikahan Ali bin Abi Tholib kepada putri Abu Jahal karena ia khawatir jika hati Fatima luka dan cemburu Ibunya Siti Khadija Radiallhu anha telah berpulang ke rahmatullah adik adik dan saudara saudaranya satu persatu meninggal sehingga ia merasakan kesedihan dan kesepian yang amat tinggi Jika Ali bin Abi Tholib menikah lagi maka ia kehilangan pendamping setia dan tidak menutup kemungkinan masalah ini muncul dalam diri Fatima sehingga merusak nama baiknya sebagai seorang ummul mukminin Dari keterangan di atas Rasulullah bukan berarti melarang Ali bin Abi Tholib untuk menikah putri Abu Jahal akan tetapi Rasulullah khawatir jika putrinya yang sudah ditinggal oleh ibunya dan saudaranya semakin merasakan kesepian karena suaminya menikah lagi Dalam kondisi ini hati Fatima akan berontak sehingga sikap tersebut dapat merusak kehormatannya apalagi jika serumah dengan putri musul Allah Wanita yang dipoligami umumnya akan berontak dan tidak menerima prilaku suaminya Jika wanita sudah berontak maka sudah barang tentu akan mempengaruhi prilakunya sehingga dapat merusak nama baiknya Keempat Menyakiti hati seorang perempuan sama halnya menyakiti hati kedua orang tuannya dan menyakiti hati kedua orang tua merupakan sesuatu yang dilarang Di titik ini juga bukan berarti poligami di larang karena menyakiti hati kedua orang tua perempuan tetapi sebagai penghormatan kepadanya maka tidak layak untuk dilakukan karena itu Rasulullah Saw sendiri melarang mantunya karena dia tidak ingin jika Ali bin Abi Tholib menyakiti hati putrinya dan ini otomatis juga akan menyakiti hati orang tuanya Kelima Allah Swt memberi perhatian yang sangat tinggi terhadap perasaan perempuan yang bersedih dan seakan akan tidak rela jika hambanya dari kaum hawa bersedih dan menangis karena sesuai dengan penciptaannya wanita adalah makhluk yang lembut dan memiliki perasaan yang halus Ketika ibu nabi Mousa bersedih karena ia harus mengalirkan anaknya di atas sungai untuk menghindari pasukan Fir aun Tuhan mengatakan kepadanya janganlah engkau bersedih an sesungguhnya kami akan mengembalikan kepadamu Ini menunjukkan bahwa Allah sangat perhatian terhadap perasaan wanita sehingga laki laki tidak dibolehkan untuk menyakitinya Suami yang berpoligami apalagi tidak sepengatahuan istrinya sudah pasti akan menyakiti dan membuat hati istrinya akan selalu bersedih Laki laki memang memiliki alasan untuk bisa menikah lagi antara lain karena laki laki tidak seperti perempuan Laki laki secara terus menerus memiliki hawa nafsu dan bisa berhubungan intim sepanjang waktu dan kapan saja berbeda dengan perempuan yang sering kali ada hal hal yang dapat menghambat untuk melakukan hubungan intim dengan pasangannya seperti haid dan nifas dimana perempuan tidak boleh melakukan hubungan intim saat itu Kemudian perempuan juga pada umur tertentu sudah tidak subur lagi sehingga tidak memiliki keinginan seksual yang begitu tinggi Berbeda dengan laki laki hingga umur lanjutpun masih bisa melakukan hubungan intim Karena itu penegasan Rasulullah Saw mengatakan bahwa Saya tidak mengharamkan apa yang telah dihalalkan tetapi saya juga tidak menghalalkan apa yang telah diharamkan Kemudian juga salah satu pesan Rasulullah Saw yang paling terakhir adalah mengingatkan laki laki agar menjaga baik baik wanita itu dengan kebaikan artinya Rasulullah mengingatkan kepada para laki laki agar senantiasa menjaga wanita wanita mereka karena jangan sampai dengan keperkasaan laki laki dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dapat menguasai perempuan seenaknya dan menjadikannya sebagai subjek pemuasan hawa nafsunya saja

Tinggalkan Balasan