melarang cadar

Mengatur atau Melarang Cadar?

Sebenarnya pertanyaan awal harus dikemukakan adalah apa alasan mendasar adanya rencana kebijakan tersebut? Apakah bagian dari pengaturan atau pelarangan? Upaya mengatur bisa menjadi terkesan melarang jika tidak dijelaskan dengan komunikasi kebijakan yang baik.


Baru-baru ini menjadi hangat perbincangan seputar cadar. Menteri Agama yang baru melontarkan wacana yang menghebohkan dengan berencana untuk mengeluarkan kebijakan pelarangan cadar. Bumbu kontroversi semakin terasa hangat ketika sang Menteri juga mengatakan bahwa cadar tidak ada hubungannya dengan tingkat ketakwaan seseorang.

Tentu saja, isu menggelinding menjadi keributan diskursus publik. Namun, sayangnya isu ini juga disambut dengan pengkaburan informasi yang bisa menjadi makanan empuk monster penyebar hoaks. Muncul kemudian narasi pelarangan cadar untuk masyarakat dan lebih parahnya narasi kebencian negara terhadap Islam.

Harus segera ada langkah yang arif dan bijak dari pemerintah untuk tidak melempar kebijakan kontroversi tanpa ada kajian yang tepat. Isu keagamaan menjadi sangat laris manis digoreng dan menimbulkan perpecahan. Diskursus keagamaan saat ini tidak ditangkap dengan pemikiran yang jernih dan penuh dalil, tetapi lebih dirasakan ke dalam emosi keagamaan yang dapat menimbulkan keributan isu.

Sebenarnya pertanyaan awal harus dikemukakan adalah apa alasan mendasar adanya rencana kebijakan tersebut? Apakah bagian dari pengaturan atau pelarangan? Upaya mengatur bisa menjadi terkesan melarang jika tidak dijelaskan dengan komunikasi kebijakan yang baik.

Persoalan cadar sejatinya sudah menjadi ranah khilafiyah (perbedaan) ulama sejak dulu. Cadar sangat terkait dengan cara pandang fikih melihat aurat perempuan. Dalam hal ini ada dua kelompok yang mengatakan aurat perempuan adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan dan ada sebagian yang mengatakan seluruh badan tanpa terkecuali. Namun, mayoritas ulama (jumhur) memegang pendapat yang pertama.

Baca Juga:  Operasi Siyaful Bahri: Kisah Gerilya Gurun Pasir ala Nabi Muhammad

Beberapa negara muslim pun tidak memegang pandangan kewajiban menutup seluruh badan perempuan. Namun, bukan berarti ada larangan untuk menutupinya. Karena itulah, ini adalah persoalan ijtihad dan pilihan seseorang untuk mengikuti pendapat tersebut.

Persoalannya adalah apakah suatu negara atau institusi seperti sekolah atau kampus berhak melarang perempuan yang memakai cadar? Tentu saja, negara memiliki alasan kuat untuk mengatur demi kemashlahatan umat. Namun, tidak sekedar aturan tentu saja dibutuhkan kajian mendalam terhadap aspek alasan dan tujuannya.

Perihal pelarangan ini pada mulanya adalah seputar bentuk kedisiplinan aparat negara. Namun, karena isu komunikasi yang tidak baik lalu muncul pelarangan cadar secara keseluruhan. Dan parahnya, akan muncul aturan yang dapat melanggar syariat Islam.

Aturan yang dikomunikan dengan baik bahwa kementerian ingin melakukan penertiban dalam berbusana baik cadar atau pakaian tidak sopan lainnya memang sah dilakukan oleh negara. Aturan ini tentu saja sangat terkait dengan aktifitas dan relasi sosial di tempat kerja. Membangun relasi sosial yang baik di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. Apabila cadar menjadi salah satu penggangu relasi itu, pemerintah tentu saja sah melakukan penertiban.

Namun, sangat tidak arif jika kemudian cadar disimplifikasi menjadi ciri dan karakter radikal atau lebih para terorisme. Beberapa negara memang telah melarang penggunaan cadar di area tertentu seperti lembaga publik dan perkantoran menyusul kejadian teror yang dilakukan oleh perempuan bercadar.

Tunisia adalah salah satu negara yang melakukan kebijakan tegas tersebut. Selain itu negara Chad, Perancis, Belgia, Belanda, Denmark, Jerman, Austria, dan masih banyak yang lain hampir mengeluarkan kebijakan dengan latarbelakang terorisme dan keamanan.

Nah, kembali ke Indonesia, penulis menilai perlu ada kajian mendalam dan konsultasi ulama, ormas keagamaan dalam menetapkan kebijakan yang terkait dengan isu agama ini. Jangan sampai kebijakan yang baik justru menimbulkan pra sangka tidak baik.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Islam Kaffah

Islam Kaffah