Rudal rudal Israel menghancurkan pemukiman di Gaza
Rudal rudal Israel menghancurkan pemukiman di Gaza

Negara-Negara Muslim Desak PBB Selidiki Kejahatan Perang Israel di Jalur Gaza

Jakarta – Sejumlah negara Muslim mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam perang selama sebelas hari antara Israel dan milisi Palestina di Jalur Gaza.  Desakan itu dilakukan jelang pembahasan masalah Israel dan Palestina dalam rapat khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (27/5/2021).

Usulan itu diajukan Pakistan sebagai koordinator Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Palestina. Kedua negara itu mengajukan rancangan usulan untuk menggelar penyelidikan internasional independen untuk mengusut dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur dan Israel.

Mereka juga meminta supaya Dewan HAM PBB menyelidiki penyebab ketegangan antara Israel dan Palestina, terutama soal dugaan diskrimasi secara sistematis dan penindasan berdasarkan kebangsaan, etnis, rasial atau agama.

Nantinya tim yang dibentuk akan mengumpulkan dan menganalisa sejumlah barang bukti dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Israel di PBB, Meirav Eilon Shahar, menyatakan hal itu sama saja mengungkap agenda anti-Israel yang berada di dalam tubuh Dewan HAM PBB.

Dewan HAM PBB dibentuk pada 2006. Mereka mempunyai anggota 47 negara dan beberapa kali pernah mengecam kekerasan Israel terhadap penduduk Palestina. Amerika Serikat sempat keluar dari keanggotaan Dewan HAM PBB di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, dengan alasan mempunyai pandangan bias tentang Israel.

Peperangan antara Israel dan milisi Palestina yang berlangsung selama sebelas hari sejak 10 Mei lalu menelan korban jiwa 232 penduduk Jalur Gaza. Sebanyak 65 orang di antaranya anak-anak. Sementara penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang.

Hamas yang memerintah di Jalur Gaza menyebut sejumlah kawasan di wilayah itu hancur lebur akibat serangan Israel. Mereka menyatakan sekitar 120 ribu penduduk terpaksa mengungsi. Sedangkan jumlah korban tewas dari pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza tercatat sebanyak 12 orang.

Baca Juga:  Idul Fitri Momen Kembali ke Fitrah, Bersuka Citalah Dalam Keterbatasan Pandemi COVID-19

Israel dan dua kelompok utama bersenjata di Gaza, Hamas dan Jihad Islam, menyetujui gencatan senjata senjata pada 20 Mei. Hamas dan Jihad Islam membenarkan mereka sepakat melakukan gencatan senjata dengan Israel. Mereka menyatakan gencatan mulai berlaku pada 21 Mei pukul 02.00 waktu setempat.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …