Negeri Mesir
Negeri Mesir

Negeri Mesir dan Kisah Kemenangan Para Nabi

Mesir adalah peradaban yang dibangun dengan cerita para nabi-nabi. Sebelum Islam masuk ke negeri ini, Mesir sudah memiliki peradaban yang kuat dan juga modern. Peradaban ini ditandai dengan megahnya bangunan pyramid yang didirikan oleh bangsa ini jauh sebelum Islam memasuki wilayah Mesir.

Mesir merupakan simbol sejarah Negara kebangkitan tentang kebangkitan peradaban dunia dan kebangkitan peradaban islam pada zaman dahulu hingga kini. Bahkan saat ini banyak perdebatan di kalangan ulama dan arkeolog dunia bahwa kemungkinan Sphinx  dan Piramida yang mendirikan pertama kali adalah Nabi Idris. Perdebatan tersebut melibatkan mantan mufti Mesir Syeikh Ali Gooma dengan Zahi Hawwas mantan Menteri Purbakala Mesir.

Sebagai Negara muslim, Mesir mencatat banyaknya peristiwa dalam sejarah perkembangan Islam. di era kekuasaan raja Firaun, al-Quran mencatat perjuangan Nabi Musa dan Harun sebagai utusan Allah yang senantiasa berjuang untuk menyelamatkan sebuah kaum dari penindasan dan kekejaman raja Firaun.

Selain itu juga al-Quran mencatat Nabi Yusuf juga pernah dijual sebagai budak saat beliau remaja dan kemudian tinggal di sebuah keluarga kaya di Mesir. Seperti firman Allah yang berbunyi, “Masuklah kamu ke negeri Mesir niscaya Allah akan memberikan keamanan kepada kamu.” (QS. Yusuf: 99).

Beliau dijual di Mesir setelah beberapa saat ditemukan oleh pedagang didalam sumur karena kejahatan yang dilakukan para saudaranya kepada Nabi Yusuf. Di negara Mesir Nabi Yusuf sempat mendapatkan cobaan berupa Fitnah dalam sebuah kasus pemerkosaan oleh majikan perempuannya, Nabi Yusuf sempat dipenjarakan dalam beberapa waktu.

Namun kebenaran akan tetap menang melawan kebathilan. Kebenaran terungkap dan diakhir kisah, Nabi Yusuf mampu menduduki jabatan sebagai penasihat raja dalam pemerintahan Mesir. Tak hanya itu, sang ayah yakni Nabi Ya’qub juga kemudian bisa berkumpul bersama putranya di Negara Mesir.

Baca Juga:  Bermuka Dua Versi Amar bin Yasar

Selain Nabi Yusuf dan Idris adapula kisah Nabi Musa yang melawan penguasa Mesir. Al-Quran banyak mengisahkan para nabi Allah yang berjuang menyelamatkan Bani Israil dari kekejaman Fir’aun yang kala itu Raja Fir’aun mengaku sebagai Tuhan. Rakyat mesir kala itu diwajibkan untuk menyembah, tunduk dan patuh kepada kekuasaannya.

Akhir cerita Fir’aun beserta tentaranya tenggelam didalam lautan ketika hendak mengejar Nabi Musa bersama pengikutnya. Dan selamatlah Bani Israil dari kekejaman Fir’aun dan bala tentaranya.

Meski tidak tinggal di mesir, namun, Nabi Ibrahim juga pernah berkunjung ke Mesir. Nabi Ibrahim kala itu telah melakukan perjalanan bersama istrinya, Sarah. Sarah istrinya, pernah tinggal di Mesir selama beberapa hari karena saat itu Raja Mesir memaksa untuk menikahi istri nabi Ibrahim.

Setelah raja mendekati Sarah dan hendak meraba dengan tangannya, tangan itu jadi kaku. Raja pun bertaubat sehingga tangannya bisa digerakkan kembali. Kedua kalinya dia mengulangi tindakan serupa, dan pada saat itu yang kaku adalah tangan dan kakinya. Kejadian tersebut terus berulang sampai dia bertobat yang sebenarnya.

Mesir dengan peradaban yang tinggi sesungguhnya mempunyai nilai historis yang mendalam. Mesir adalah peradaban para Nabi dan menjadi negara dengan cerita kenabian yang dilukiskan dalam al-Qur’an. Mesir potret kemenangan para Nabi mengalahkan kezaliman dan membangun sebuah peradaban. Islampun pada akhirnya menginjakkan kakinya di negeri ini sebagai pemenang.

Bagikan Artikel

About Imam Santoso

Avatar