berkendara motor
berkendara motor

Niat Umrah Begitu Kuat, Seorang Pria Mesir Berangkat Umroh dengan Sepeda Motornya

DUBAI – Menunaikan ibadah Haji dan Umrah merupakan dambaan setiap muslim, oleh karena itulah setiap tahunnya berbondong-bondong umat muslim berangkat ke tanah suci Makkah, berbagai cara dilakukan untuk sampai ke Makkah, namun dimasa pandemi Covid- 19 ibadah Haji dan Umrah menjadi serba terbatas sehingga keinginan umat muslim untuk umrah harus bersabar, namun pasca menurunnya angka Covid- 19 umat muslim mulia dapat kembali menunaikan ibadah umrah.

Melaksanakan ibada umrah, tidak semua orang bisa berangkat menggunakan fasilitas yang memadai, maka banyak muslim yang berangkat menggunakan kendaraan yang mereka punya, terutama umat muslim yang berada tidak terlalu jauh dari Makkah.

Seorang pria Mesir berusia 64 tahun melakukan perjalanan dengan sepeda motor dari Kairo ke Makkah di Arab Saudi. Ia melakukan perjalanan panjang agar dapat melakukan umroh.

Ismail Abdel Latif Ibrahim Gawish melakukan perjalanan dengan sepeda motornya melalui darat yang menghabiskan enam hari.

Ia berencana melakukan umroh dan mengunjungi tempat-tempat suci di Makkah hingga Madinah, di mana ia ingin berdoa di Masjid Nabawi.

Usianya yang sudah tidak muda bukan penghalang untuk mengambil pengalaman baru. Ia berani mengambil cara ini karena didorong hasrat mengendarai sepeda motor dan berpartisipasi dalam berbagai aksi unjuk rasa di dunia Arab.

Sebagai anggota tim reli sepeda motor Mesir, Gawish diundang untuk berpartisipasi dalam reli Arab Solidarity March di Arab Saudi, yang melibatkan tim dari beberapa negara Arab.

Dia melakukan perjalanan dari Kairo dengan sepeda motornya, kemudian menggunakan penyeberangan feri ke Jeddah. Setelahnya, ia melakukan perjalanan lagi dengan sepeda motornya menuju Makkah.

“Saya sangat bersemangat untuk melakukan perjalanan ribuan kilometer dari Kairo ke Makkah untuk melakukan umrah. Itu adalah perjalanan spiritual yang mengasyikkan,” katanya dikutip di //Gulf News// dan ihram.co.id Senin (15/11).

Baca Juga:  KBRI Menghimbau WNI Tunda Perjalanan ke Makkah dan Madinah

Perjalanannya ini dimulai pada 31 Oktober, dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk tiba di Kerajaan. Sebelumnya, ia telah menyiapkan izin yang diperlukan untuk perjalanan dan visa untuk memasuki Kerajaan.

Gawish mengaku sangat senang dengan pengalaman uniknya mengunjungi Tanah Suci. “Saya bepergian dengan sepeda motor dari Kairo ke Makkah dan Madinah, di mana saya melakukan umroh, dan sekarang saya kembali ke Kairo. Salam dan penghargaan saya untuk Anda semua,” ujarnya.

Selama perjalanan ziarahnya, Gawish berpartisipasi dalam menjahit kain hitam penutup Ka’bah suci. Dia merasa terhormat mendapat kesempatan menjahit dua jahitan di penutup Ka’bah menggunakan benang perak yang dilapisi emas.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

ketum pbnu kh yahya cholil staquf gus

Gus Yahya: Agama Menjadi Poros Penyelesaian Problematika Umat

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf terus membawa …

joram van klaveren seorang mualaf dari

Si Pembenci Islam, Dapat Hidayah Saat Menulis Buku Anti Islam

AMSTERDAM – Hidayah Iman dan Islam datang tiada pernah terduga, karena hidayah merupakan anugerah Allah …