Screen Shot 2020 11 18 at 11.47.31 AM
Screen Shot 2020 11 18 at 11.47.31 AM

Oknum Guru SMAN 58 Jaktim Bertindak Rasial Terhadap Anak Didiknya

JAKARTA – Sekolah seharusnya menjadi tempat untuk bertumbuh menjadi manusia yang toleran dan cinta terhadap saudara sebangsa dan setanah air, bukan menjadi tempat untuk belajar kebencian dan intoleransi.

Sikap intoleransi kembali terjadi disekolah, seorang guru menyebarkan pernyataan kepada anak didiknya agar tidak memilih calon ketua OSIS yang bukan seagama. TS yang merupakan guru SMAN 58 Jaktim secara sadar menyebarkan pernyataan tersebut untuk mengganjal calon dari siswa non-muslim.

Menyikapi kejadian tersebut yang telah tersebar dimedia, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tengah menggodok sanksi apa yang tepat untuk diberikan kepada oknum guru SMAN 58 Jakarta Timur berinisial TS yang bertindak rasial.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Didih Hartaya.

“Saat ini sedang dalam proses penentuan hukuman disiplin yang akan dijatuhkan kepada TS,” kata Didih saat seperti dikutip dari laman Kompas.com, Selasa (17/11/2020).   

Hukuman disiplin mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Mudah-mudahan rekomendasinya bisa selesai besok,” ujar Didih menambahkan.

Kasus TS berawal dari beredarnya tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp terkait pemilihan ketua OSIS.

Kepala Sekolah SMAN 58 Dwi Arsono menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika TS yang merupakan guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tengah memberikan materi pelajaran.

“Dia mengaku awalnya niatnya itu adalah menerapkan pelajaran agama Islam tentang kepemimpinan, ini ada di silabus dan itu diperuntukkan untuk di-share kepada anggota (grup WhatsApp) rohis yang berjumlah 44 orang.

Di-share secara khusus untuk rohis saja,” kata Dwi saat dihubungi, Selasa (27/10/2020) malam.

Namun, entah kenapa, TS tiba-tiba mengeluarkan pernyataan ajakan tersebut di dalam grup. Salah satu anggota grup kemudian menyebarkan ulah TS.

Baca Juga:  Rasmus Paludan Penista Al-Quran Sebabkan Pecahnya Bentrokan di Swedia, 3 Orang Terluka

Berikut kutipan pernyataan TS dalam grup Whatsapp yang tersebar: “Assalamualaikum…hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam…jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita.”

“Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3.” “Awas Rohis jgn ada yg jd pengkhianat ya,” demikian pesan dalam grup tersebut.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan …

menko pmk muhadjir effendy

Resmi Cabut Izin PUB ACT, Pemerintah Sisir Izin Lembaga Pengumpul Donasi Lain

Jakarta – Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang dalam sorotan karena terindikasi menyelewengkan dana umat, …