Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid

Ormas Keagamaan Moderat Harus Jadi Kekuatan Untuk Jaga Kebhinnekaan dan Persatuan Bangsa

Jakarta –Organisasi kemasyarakatan atau civil society berbasis Islam yang tergabung alam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) berperan vital dalam menjaga kebhinekaan, menjaga harmonisasi kedamaian, persatuan, ketentraman terhadap bangsa Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, saat menghadiri acara buka puasa bersama di sekretariat LPOI-LPOK di Jakarta, Kamis (22/4/2021) malam. 

“Dengan adanya civil society moderat yang tergabung dalam LPOI dan juga LPOK, tentu saja ini harus menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk mempersatukan dan menjamin kebhinekaan bangsa Indonesia,” ujar Ahmad Nurwakhid.

Karena itu, ia mengajak semua ormas-ormas yang tergabung dalam LPOI maupun LPOK untuk sama-sama konsisten, istiqomah di dalam menjaga perjanjian-perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan bangsa Indonesia. Seperti tertuang dalam konstitusi nasional berupa konsensus nasional Pancasila, UUD 1945 , Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Karena dengan konsisten terhadap konsensus nasional, maka bangsa kita akan bersatu, maju, damai, sejahtera, Baldatun Thayyibatun wa Robbun Ghofur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga meminta masyarakat bangsa Indonesia untuk selalu peduli terhadap bahaya radikalisme dan terorisme. Karena radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama sejatinya adalah fitnah bagi agama.

“Karena tindakan sikap maupun ideologi yang diusung yaitu ideologi transnasional sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam agama yang rahmatan lil alamin, toleran, yang mencintai persatuan dan perdamaian. Karena hal itu dapat menimbulkan pecah belahnya umat beragama dan menimbulkan fitnah di dalam agama. Sehingga toleransi itu wajib hukumnya,” ucapnya.

Tak lupa dirinya juga mengatakan bahwa, era teknologi informasi yang berkembang begitu pesat serta didukung media sosial (medsos) dari berbagai platform, yang dianggap sebagai pemecah persatuan bangsa. Pasalnya sebagian para penggunanya belum bijak dalam menggunakannya. Untuk itu, ia mengimbau agar keberadaan  medsos ini harus dijadikan kemanfaatan, bukan kemudharatan.

Baca Juga:  BNPT Sebut Sekitar 1.500 WNI Menjadi Teroris Lintas Batas

“Dalam bermedia sosial, kita harus bisa bersikap harus bijak, harus mempersatukan, harus terhindar dari segala ujaran kebencian dari berita-berita hoax atau bohong, hate speech provokatif dan adu domba,” ujar alumni Akpol tahun 1989 ini. Selama bulan Ramadan, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terhindar dari provokasi, hate speech serta jangan menebarkan hoaks

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …