Pancasila akan Rusak Tanpa Agama

0
1613

Jakarta – Pancasila dinilai akan rusak tanpa agama karena sumber Pancasila itu dari agama dan budaya bangsa. Penegasan itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Din Syamsuddin.

“Hubungan antara agama dan Pancasila itu sudah selesai, jangan diungkit-ungkit lagi, apalagi dengan nada keliru,” ujar Din dikutip dari laman Republika, Rabu (12/2/2020).

Dia juga menyampaikan, sebanyak 450 tokoh dan pemuka agama-agama di Indonesia pada 2018 telah memutuskan sikap dan pandangan tentang NKRI yang berdasarkan Pancasila.

“Pemuka agama di Indonesia meneguhkan kesepakatan para pendiri bangsa bahwa negara NKRI yang berlandaskan Pancasila adalah bentuk terbaik dan final bagi Indonesia karenanya harus dipertahankan keutuhannya,” imbuh Din.

Din menjelaskan, pemuka agama-agama di Indonesia meyakini bahwa Pancasila yang menjadi dasar NKRI merupakan kenyataan historis, sosiologis, antropologis dan pengakuan teologis serta kristalisasi nilai-nilai agama. Jadi para tokoh agama memandang dekat sekali hubungan agama dengan Pancasila.

Menurutnya, Pancasila tidak boleh meninggalkan agama karena bersumber dari agama dan budaya bangsa. Pancasila akan tegak dengan agama, tanpa agama maka Pancasila akan rusak.

“Dengan agama, Pancasila akan kuat, tanpa agama saya tidak tahu Pancasila akan menjadi apa,” tukasnya.

Ia menambahkan, wawasan agama yang wasathiyah atau jalan tengah harus dikembangkan. Wawasan agama yang wasathiyah ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dikembangkan agar agama dan Pancasila dapat menjadi bagian dari kesadaran kebangsaan.