Salah Besar, Teroris Jelas Bukan Mujahid

0
1307

Jakarta – Selama ini, para teroris sering menggunakan ‘kendaraan’ agama untuk menarik simpati terhadap aksi mereka dan menyebut kelompoknya sebagai muhajid. Jelas ini salah besar, karena mujahid tidak untuk melakukan kekerasan, apalagi sampai membunuh orang tak bersalah.

Penegasan itu disampaikan cendekiawan muslim Prof Azyumardi Azra. Menurutnya, ditinjau dari segi bahasa kata mujahid berasal dari kata jahada-yujahidu-jihadan yang artinya bersungguh-sungguh. Bersungguh-sungguh di sini jika diterjemahkan secara istilah dapat diterjemahkan ke dalam banyak aspek.

“Misalnya orang yang bersungguh-sungguh dalam belajar, mencari rezeki dan menabung untuk berangkatkan haji kepada orang tua, mereka bisa disebut mujahid,” kata Azyumardi dikutip dari laman republika.co.id, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya, mujahid atau orang yang sedang berjihad dapat diartikan hanya kepada mereka yang sedang melakukan aktivitas terpuji. Sedangkan aktivitas teror, atau terorisme, jelas tak boleh disematkan dengan sebutan mujahid.

Dalam buku “Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis” karya para peneliti El-Bukhari Institute disebutkan, para teroris kerap mengklaim diri mereka sebagai kaum mujahidin atau jihadis. Hal itu mereka sematkan karena mereka merasa telah mengikuti jejak para mujahid di zaman Rasulullah yang berkontribusi dalam sejumlah perang.

Klaim tentu saja keliru karena dijelaskan bahwa esensi peperangan pada zaman Rasulullah dengan teror para teroris di masa kini berbeda 180 derajat celcius. Sehingga menyebut kaum teroris dengan sebutan kata mujahid atau jihadis adalah salah besar.

Baca Juga:  Tindakan AS Bunuh Jenderal Soleimani Bertentangan dengan Kemanusian & Prinsip Perdamaian Dunia

Tinggalkan Balasan