PBNU Minta Jajaran Pengurus NU Daerah Proaktif Tolak Kepulangan ISIS Eks WNI

0
1445

Ponorogo – Sebelum pemerintah menolak secara resmi kepulangan ‘ISIS eks WNI’. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah lebih dahulu menolak rencana kepulangan tersebut.

Penolakan tersebut kemudian disosialisasikan oleh salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Marsudi Suhud yang menghimbau agar jajaran pengurus NU di daerah proaktif mensosialisasikan sikap resmi yang menolak pemulangan ISIS. “PBNU tegas menolak isu pemulangan ini, karena mereka sedari awal sudah niat meninggalkan Indonesia,” kata Ketua PBNU Marsudi Suhud seusai mengisi acara, di Ponorogo, Jawa Timur, seperti dikuti dari laman tempo.co, Rabu, 12 Februari 2020.

Tak hanya membakar paspor, mereka juga menganggap Indonesia dikuasai toghut. Menurut Marsudi, kalau sudah begitu apa saja bisa dilakukan, termasuk menyerang hingga menghilangkan nyawa.

“Begitu beratnya perilaku mereka, nyatanya kepada umat Islam sendiri yang tidak sepemikiran dan tidak sepaham dengan mereka dianggap musuh.”

Marsudi juga mengimbau agar umat bersikap tenang dan tidak reaktif. “Karena ISIS dinilai sangat ganas.”

Sebelumnya, muncul wacana pemerintah akan menjemput orang Indonesia pendukung ISIS yang sekarang tinggal di penampungan di Suriah dan Irak. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan informasi yang mereka dapatkan dari komunitas internasional dan saluran intelijen ada lebih dari 600 orang Indonesia, meski belum terverifikasi. Tapi belakangan pemerintah menolak menerima mereka kembali, meski menyatakan akan memprofilkan mereka.

PBNU sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umumnya Said Aqil Sirodj saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menyatakan sikap menolak pemulangan orang Indonesia pendukung ISIS yang memiliki rekam jejak pernah mengkhianati negara.