Pandemi Corona, Muslim AS Bantu Kebutuhan Warga Kurang Mampu

0
1304

New York – Umat Muslim di Amerika Serikat (AS) kembali melakukan aksi simpatik di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19 yang menghancurkan pasa keuangan global, tak terkecuali ekonomi AS. Mereka menggulirkan simpati dan mengumpulkan kebutuhan hidup bagi kaum kurang mampu dan orang-orang yang rentan penyebaran Corona agar mereka mendapatkan kebutuhannya.

Pusat Islam Universitas New York bekerjasama dengan Panny Appeal USA dan Celebrate Mercy memastikan keluarga rentan Amerika dapat mengatasi krisis yang terjadi akibat wabah Corona.

“Ini adalah inti dari keyakinan kami untuk menjadi rahmat bagi semua orang,” kata Pendiri CelebrateMercy, Tarek el-Messidi seperti dilansir Middle East Eye, Sabtu (21/3/2020).

“Salah satu sunah nabi yang benar-benar mengilhami kampanye ini adalah yang mengatakan bahwa orang yang paling dicintai oleh Tuhan adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain,” kata El Messidi dikutip dari laman republika.co.id.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (27/3/2020) dalam laporannya Johns Hopkins University dan The New York Times menyebutkan bahwa jumlah pasien positif Virus Corona di AS melampaui China dan Italia.

Johns Hopkins mengatakan AS memiliki 82.404 kasus, sedangkan Times mengatakan setidaknya ada 81.321 orang yang dinyatakan positif COVID-19.

Gedung Putih telah mengumumkan paket stimulus ekonomi yang menawarkan cuti sakit berbayar, dan Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pihaknya berupaya memberikan pembayaran langsung kepada pembayar pajak untuk meringankan beban mereka.

Meski demikian, pembayaran belum disetujui. Sementara  banyak warga Amerika yang mengeluh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Para ahli merekomendasikan agar orang menghindari kerumunan besar, mempertahankan persediaan makanan yang stabil di rak jika mereka akhirnya dikarantina, dan tinggal di rumah dari pekerjaan jika mereka merasa tidak sehat. Namun mengindahkan nasihat ini adalah hak istimewa yang tidak mampu dimiliki banyak orang Amerika, terutama keluarga berpenghasilan rendah, kontraktor, wiraswasta dan orang tua.” kata Penny Appeal USA pada halaman penggalangan dana.

Dalam waktu kurang dari seminggu, organisasi ini mengatakan mereka mampu mengumpulkan lebih dari  270 ribu dolar Amerika setelah menerima lebih dari 600 bantuan keuangan untuk warga Amerika yang rentan yang membutuhkan bantuan membayar sewa, utilitas, dan makanan mereka.

Hingga Jumat tiga organisasi itu Pusat Islam Universitas New York bekerjasama dengan Panny Appeal USA dan Celebrate Mercy telah mendistribusikan 82 cek bantuan dana mencapai total 274 orang.

Sementara beberapa masjid dan pusat-pusat Islam di seluruh Amerika berinisiatif untuk membantu warga yang paling membutuhkan. MakeSpace, sebuah organisasi nirlaba, telah mulai mengumpulkan sukarelawan untuk memberikan bahan makanan, membantu merawat anak dan menyediakan kebutuhan masyarakat lainnya.

“Organisasi kami mulai melayani kebutuhan masyarakat melalui bimbingan dan layanan spiritual. Jadi ketika krisis ini pecah, kami tahu bahwa begitu banyak orang akan terkena dampak negatif. Kami memulai layanan ini untuk menyatukan masyarakat untuk saling membantu dalam masa sulit ini. Kami melihat ini sebagai tanggung jawab kami sesuai dengan iman.”kata manajer program di MakeSpace, Omar Nassimi.

Sedangkan Masjid Dar al-Hijrah juga berinisiatif memberikan pelayanan serupa yakni layanan bank makanan mingguan bagi warga di wilayah Virginia. Masjid ini juga telah menyiapkan layanan drive-through untuk melindungi orang sakit dan lanjut usia

Namun ketika sekolah-sekolah di seluruh negara itu ditutup selama sejak beberapa Minggu lalu, para aktivis mengatakan bahwa kebutuhan untuk layanan bantuan pun meningkat.

Pemerintahan Amerika telah menawarkan langkah-langkah baru untuk membantu memerangi krisis ekonomi, namun pemerintah Amerika mengatakan virus corona kemungkinan tetap menjadi ancaman selama 18 bulan ke depan.

El Messidi berharap bahwa kampanye penggalangan dana akan terus berlanjut selama pandemi terus terjadi. Ia mengatakan organisasi dapat terus memberikan layanan kepada yang membutuhkan.

“Kami pasti membiarkan pintu terbuka. Itu bisa diperpanjang. Itu bisa sampai masuk Ramadhan, dan banyak donasi Ramadhan bisa berlaku untuk ini juga,” katanya.