puasa
puasa

Panduan Imam Ghazali Menuju Puasa yang Hakiki dengan Kualitas Super Khusus

Puasa yang benar dalam syariat Islam semestinya dilakukan dengan niat yang tulus, sungguh-sungguh, kuat dan tertanam kokoh dalam lubuk hati yang paling dalam dan hanya ditujukan untuk bakti dan ketaatan kepada Allah. Ciri utama yang dimiliki oleh seseorang yang berpuasa secara hakiki adalah tidak akan berbohong, tidak menyakiti, tidak menggunjing orang lain, dan menahan gerak tubuh supaya tidak melakukan perbuatan tercela.

Dengan berpuasa secara hakiki seseorang tidak akan sanggup untuk melakukan kejahatan dan kedzaliman, seperti menyebar berita hoax, menggunjing, memfitnah, menyakiti, apalagi membunuh. Puasa hakiki memancarkan sumber rahmatan lil ‘alamin. Jiwanya bersih, terlatih menahan hawa nafsu, dan menjadi lebih peduli terhadap sesama.

Puasa hakiki ini diterangkan oleh Imam Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddinnya dengan istilah puasa super khusus. Sebelumnya, beliau membagi tingkatan puasa dalam tiga kategori, yakni puasa biasa (umum), khusus dan paling khusus.

Puasa biasa adalah puasa yang hanya sekedar menahan diri tidak makan, minum dan jima’. Dengan kata lain cukup tidak batal. Sedangkan puasa khusus dengan menahan segala anggota tubuh untuk tidak melakukan dosa. Dan, puasa super khusus atau puasa hakiki adalah menahan hati supaya tidak mendekati larangan, tidak memikirkan persoalan duniawi yang tidak berfaedah dan hanya berfikir dan mengingat Allah.

Untuk mencapai puasa hakiki ini, Imam Ghazali menuturkan caranya dalam kitabnya yang lain, al Adab fi al Din. Adab seorang yang berpuasa harus mengkonsumsi makanan yang baik (halal), menghindari perselisihan, tidak menggunjing orang lain, tidak berdusta, tidak menyakiti, dan menjaga anggota badan dari segala perbuatan buruk.

Inilah panduan menuju puasa hakiki yang dijelaskan oleh Hujjatul Islam Imam Ghazali. Sulit memang, tapi tidak mustahil. Andai semua Islam berada tingkat puasa hakiki ini, tentu dengan sendirinya akan tampil sebagai muslim sejati, muslim yang memancarkan cahaya Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Sosok muslim yang menampilkan sisi keagungan agama Islam. Kasih sayang, peduli sosial, dan selalu menebar kebaikan di bumi.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Rahasia Hidup Sehat Rasulullah

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

shalat jenazah

Makmum Masbuk dalam Shalat Jenazah

Salah satu kewajiban kolektif (fardhu kifayah) kalau ada salah seorang muslim yang meninggal adalah menshalati …

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …