duka mendalam warga kanada atas serangan islamofobia
Duka mendalam warga Kanada atas serangan islamofobia

Pasca Keluarga Muslim Ditabrak Penganut Islamofobia, Pemerintah Kanada Segera Tindak Ekstremisme Daring

Ottawa – Sebuah keluarga Muslim yang terdiri dari lima orang sengaja ditabrak dengan truk pikap oleh penganut Islamofobia saat jalan-jalan pagi di Kota London, Ontario, Kanada, Minggu.  Akibatnya, empat dari lima anggota keluarga Muslim itu tewas ditempat, sedangkan satu orang luka berat.

Pemerintah Kanada melalui Perdana Menteri Justin Trudeau telah menegaskan bahwa serangan Islamofobia itu adalah serangan teroris. Untuk menindaklanjuti kasus itu, pemerintah Kanada akan segera melakukan langkah-langkah untuk menindak ekstremisme daaring. Pasalnya, kepolisian Kanada menlai serangan itu dimotivasi oleh kebencian terhadap Muslim.

“Pemerintah terus melakukan apa yang yang harus dilakukan.Tentunya bekerja dengan platform media sosial untuk memerangi kebencian daring. Kami akan berbicara lebih banyak tentang langkah-langkah spesifik dalam beberapa pekan mendatang,” kata Menteri Urusan Antar Pemerintah Dominic LeBlanc dalam konferensi pers.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menghadapi keluhan dari komunitas agama dan etnis bahwa pemerintah belum berbuat banyak untuk memerangi kefanatikan dan rasialisme. Trudeau berjanji pada Selasa untuk mengintensifkan upaya memerangi kelompok sayap kanan, sebagian dengan menindak ekstremisme daring.

“Kami belum mengetahui semua penyebabnya tapi mungkin ada unsur hasutan daring agar pelaku melakukan kekerasan,” kata Trudeau.

Pada Januari, Trudeau meminta Menteri Warisan Steven Guilbeault untuk bekerja dengan Menteri Keamanan Publik Bill Blair dalam memerangi kelompok kebencian daring. Guilbeault telah mengatakan undang-undang untuk mengatasi kebencian daring akan dikeluarkan.

Dikutip dari Daily Sabah via laman republika.co.id, Kamis (10/6/2021), pada Februari, Kanada menyebut kelompok sayap kanan Proud Boys sebagai entitas teroris. Profesor dan Pakar Keamanan Universitas Carleton Ottawa Stephanie Carvin mengatakan tindakan yang paling mungkin dilakukan dalam jangka pendek adalah melarang lebih banyak organisasi ekstremis.

Baca Juga:  Wali Kota Montmagny Prancis, Layangkan Protes Atas Penutupan Masjid

“Masalahnya, dengan menargetkan kelompok-kelompok ekstremis kekerasan yang bermotivasi ideologis ini adalah mereka muncul kembali,” kata Carvin.

Dia menyerukan adanya kebijakan menargetkan seluruh gerakan sayap kanan. Selain itu, elemen penting lain adalah menangani peran yang dimainkan oleh platform media sosial dan memastikan mereka mematuhi kebijakan tentang berbagai jenis ujaran kebencian.

Bagikan Artikel

About redaksi