Masjid di India dirusak
Masjid di India dirusak

Pasca Serangan ke Sejumlah Masjid oleh Kelompok Nasionalis Hindu Sayap Kanan, Polisi Buru 100 Akun Hoaks

Tripura – Beberapa pekan terakhir, banyak masjid yang diserang oleh kelompok nasionalis Hindu Sayap Kanan India, terutama saat pelaksanaan Salat Jumat. Serangan itu disinyalir adalah bagian dari strategi Partai Bharatiya Janata, pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi mengintimidasi dan mencegah berkembangnya Islam di India.

Setidaknya empat masjid dirusak dan beberapa rumah serta toko milik Muslim digeledah oleh ratusan orang yang diduga merupakan pengikut kelompok nasionalis Hindu sayap kanan. Serangan-serangan itu selalu diawali dengan tersebarnya banyak berita palsu atau hoaks yang membuat kondisi semakin panas.

Saat ini, polisi India tengah memburu pemilik sekitar 100 akun media sosial yang diduga menyebarkan berita palsu, setelah serangan massa di masjid-masjid di wilayah timur laut India.  Menurut polisi, penyebar hoaks bertujuan untuk mengobarkan kekerasan lebih lanjut dengan membagikan gambar menyesatkan di media sosial setelah insiden itu.

“Akun-akun yang diidentifikasi menyebarkan desas-desus, berita palsu, video palsu, dan foto-foto palsu yang bahkan tidak terkait dengan Tripura,” kata seorang perwira polisi senior di negara bagian itu dikutip dari laman ihram.co.id.

“Masih terlalu dini tapi semua orang akan diidentifikasi dan ditangkap karena pemalsuan semacam itu,” ungkap polisi yang menolak disebut namanya itu.

Sebuah laporan polisi yang dirilis ke media pada hari Sabtu (6/11/2021) mengidentifikasi 102 posting yang diklaim diterbitkan oleh penjahat tak dikenal untuk memprovokasi konflik antara orang-orang dari komunitas agama yang berbeda.

Laporan media lokal mengatakan polisi telah menulis surat ke Facebook, Twitter, dan YouTube untuk menuntut agar postingan tersebut dihapus. Sebagian besar unggahan yang menyinggung telah dihapus pada Miinggu (7/11/2021) kemarin.

Sementara itu, serangan bulan lalu membuat negara dalam siaga tinggi, dengan pasukan keamanan menjaga masjid dan polisi melarang pertemuan lebih dari empat orang. Para pemimpin komunitas Muslim minoritas India mengatakan bahwa mereka semakin menjadi sasaran serangan dan ancaman, telah berlangsung sejak Tripura diperintah oleh Partai Bharatiya Janata pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, mulai 2014 silam.

Baca Juga:  Persoalan Toa Kecil Bukan Level Menteri, UAH: Pejabat Publik Harus Perbaiki Narasi dan Komunikasi Agar Tak Kontroversi

“Pemerintah negara bagian belum memulai tindakan besar apa pun terhadap mereka yang melakukan kekerasan,” kata sebuah pernyataan dari koalisi kelompok Muslim India.

“Para petugas polisi yang tidak mencegah kekerasan itu juga harus menjadi subjek penyelidikan dan tindakan harus diambil terhadap mereka,” tambahnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …