062980300 1664681924 830 556

PBNU Turut Berduka: Tragedi Stadion Kanjuruhan Menyedihkan, Yang Bersalah Harus Dihukum

JAKARTA – Kesurusuhan yang terjadi antar suporter Persebaya dengan suporter Arema menjadi sebuah tragedi yang memilukan, ratusan nyawa melayang dengan kesedihan yang mendalam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut belasungkawa dan menyesalkan kejadian yang menimpa para suporter.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrurrozi atau Gus Fahrur, menyampaikan, tragedi sepak bola di Malang sangat disesalkan.

PBNU mengucapkan belasungkawa dan duka cita mendalam, semoga mereka diampuni dan dirahmati Allah SWT.

“Ini tragedi yang sangat menyedihkan, harus dievaluasi menyeluruh siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden ini,” kata Gus Fahrur melalui pesan tertulis yang seperti dilansir dari laman Republika.co.id Ahad (2/10/2022).

Dia mengatakan, pihak yang bersalah harus ditindak dan dihukum. Sementara itu, pertandingan dihentikan untuk investigasi dan pemeriksaan agar diketahui apa penyebab dan kronologi sebenarnya.

“Kita harus muhasabah, mengapa sepak bola yang seharusnya menyenangkan kok menjadi mengerikan,” ujar Gus Fahrur.

Dia menegaskan, perlu dievaluasi apakah penanganan represif pihak keamanan dan penggunaan gas air mata sudah sesuai standar protap keamanan di stadion sehingga penonton panik dan berdesakan di pintu, kemudian saling terinjak-injak.

Gus Fahrur mengingatkan, masyarakat pencinta bola perlu berpikir lebih rasional dan dipertimbangkan lagi apa maslahah dan mafsadah menonton bola di stadion.

Apakah masih perlu sampai mengorbankan nyawa, belum lagi meninggalkan kewajiban sholat bagi Muslim.

“Fanatisme berlebihan terhadap klub sepak bola harus dihentikan, mungkin dipertimbangkan lebih baik menonton di televisi saja,” jelas Gus Fahrur. Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

“Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri,” kata Nico.

Nico menjelaskan, sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

“Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” tambahnya.

Sesungguhnya, lanjutnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkistis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

“Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen,” katanya.

Sementara itu, PSSI mengucapkan duka mendalam atas korban kerusuhan Persebaya vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022).

“Duka cita mendalam untuk sepak bola Indonesia, PSSI turut berduka cita atas kejadian yang menimpa pencinta sepak bola Tanah Air di Stadion Kanjuhuran, Malang semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan,” tulis akun Instagram PSSI, Ahad (2/10/2022).

 

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Rakernas FKUB di Palu

Tingkatkan Kerukunan dan Harmonisasi Umat, Moderasi Beragama Direkomendasikan Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Palu –  Moderasi beragama perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan nasional untuk diajarkan di semua satuan …

icmi akan terus berperan sebagai pelopor aksi transformasi bangsa

Ketua ICMI: ICMI Akan Bekerja Atas Nafas Keislaman dan KeIndonesiaan

JAKARTA – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) akan terus menjadi salah satu organisasi yang menginspirasi …