Toprak Razgatlioglu
Toprak Razgatlioglu

Pembalap Muslim Pimpinan Klasemen WSBK Akan Sangat Senang Bila Juara Dunia di Mandalika

Jakarta – Pembalap asal Turki Toprak Razgatlioglu dari PATA Yamaha WorldSBK Team adalah seorang Muslim yang taat. Sebagai Muslim, ia selalu mengawali kiprahnya di setiap balap dengan membaca ‘bismillah”.

Toprak Razgatlioglu yang kini tengah memimpin klasemen pembalap dengan sisa satu seri di Mandalika. Karena itu, ia sangat antusias menatap seri WSBK di Pertamina Mandalika International Circuit yang digelar pada 19-21 November ini. Ia mengaku sangat antusias, apalagi ia bisa meraih gelar juara dunia di negara yang mayoritas beragama Islam.

“Aku gembira aku datang ke Indonesia karena kami berada di sebuah negara muslim. Aku akan lebih senang lagi jika kami bisa menjadi juara dunia di sebuah negara Muslim, tentu dengan seizin Allah,” kata Toprak Razgatlioglu seperti dilansir Livik.net.

Ia memang dikenal sebagai Muslim yang cukup taat. Pada bulan Ramadan lalu, misalnya, ia tetap menjalani ibadah puasa di tengah-tengah aktivitas menjalani tes di Aragon.

Akun media sosial Toprak Razgatlioglu juga memberikan cerminan betapa dirinya berusaha selalu mengingat Sang Maha Pencipta. “Aku akan melakukan yang terbaik, sisanya aku serahkan kepada Allah” adalah makna tulisan yang ada di bio akun Instagram Toprak. Di bawah kalimat itu tertulis pula “Bismillah First”, baru kemudian daftar cuplikan kariernya di dunia balap.

Kini Toprak Razgatlioglu menyongsong seri di Sirkuit Mandalika dengan keunggulan 30 poin atas Jonathan Rea, sosok juara bertahan WSBK yang juga sedemikian dominan di ajang tersebut selama enam tahun terakhir.

Toprak Razgatlioglu mengejar kans untuk memastikan gelar juara dunia WSBK di Mandalika. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Selama keikutsertaannya di WSBK, belum pernah Toprak Razgatlioglu sedekat ini dengan gelar juara dunia. Tapi rider Turki kelahiran 25 tahun lalu itu tahu betapa menantangnya race-race penentu.

Baca Juga:  Sinematografer Muslim Asal Inggris Buat Film Untuk Perangi Islamofobia

“Kami nyaris sampai ke garis finis, aku akan menjalani seri terakhir dengan keunggulan 30 poin,” kata rider yang rutin menjauhi semburan sampanye di podium itu, terkait agama Islam yang ia peluk dan kadar alkohol dalam sampanye.

“Aku berharap balapan akan berjalan sesuai yang aku inginkan, kami bisa finis pertama, dan jadi juara dunia. Kami jadi bisa pulang ke negara kami sebagai juara dunia. Karena dengan begitu kami akan bikin sejarah: untuk kali pertama dalam sejarah World Superbike, seorang rider Turki bisa jadi juara dunia,” tutur Toprak.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

viral ustaz berdakwah sambil streaming mobile legends

Inovasi Keren, Ustaz Berdakwah Sambil Streaming Mobile Legends

Jakarta – Berdakwah atau mensyiarkan agama dan kebaikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang paling …

MBS

Diangkat Jadi Perdana Menteri, MBS Penanggung Jawab Baru 2 Masjid Suci

Riyadh –Raja Salman telah mengangkat Putra Mahkota Muhammed Bin Salman (MBS) sebagai Perdana Menteri Arab …