Tersangka pembunuh pria muslim Muhammad Syeh
Tersangka pembunuh pria muslim Muhammad Syeh

Pembunuh Muslim Ditangkap Terkait Sunni-Syiah, Dewan Hubungan Islam-Amerika Turun Tangan

Albuquerque – Kepolisian Kota Albuquerque, Negara Bagian New Mexico, berhasil menangkap tersangka pembunuhan pria Muslim di kota tersebut, Rabu (10/8/2022). Tersangka bernama Muhammad Syeh (51) yang berdarah Afghanistan. Pembunuhan itu juga dikaitkan dengan tiga pembunuhan tiga pria Muslim di Albuquerque.

Beberapa jam setelah penangkapan itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengadakan konferensi pers Selasa (9/8/2022) malam di Washington DC. Agenda ini turut dihadiri para pemimpin organisasi Sunni dan Syiah sekaligus meredam isu bahwa pembunuhan itu terkait dengan isu anti-syiah.

Sebelumnya saat mengumumkan penangkapan, Kepolisian Albuquerque mengungkapkan tersangka didakwa dengan dua dari empat pembunuhan. Muhammad Syeh ditangkap setelah selongsong peluru yang ditemukan di TKP terkait dengan senjata yang ditemukan di rumahnya.

Pembunuhan itu membuat umat Islam di Albuquerque dan di seluruh Amerika Serikat gelisah, terutama dengan tiga dari empat pembunuhan terakhir yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Setelah pembunuhan keempat pada tanggal 5 Agustus CAIR menaikkan hadiahnya untuk informasi yang mengarah ke pelaku menjadi Rp 148 juta. Dengan berita bahwa tersangka utama juga Muslim, Sunni dan Syiah di Amerika Serikat datang bersama-sama untuk mencoba menciptakan pemahaman yang lebih baik antara kedua komunitas.

Dilansir dari The New Arab via laman Republika.co.id, Rabu (10/8/2022),  Rahat Husain, dari Yayasan Syiah yang berbasis di Maryland, menggambarkan pembunuhan itu sebagai kebencian anti-Syiah.

Dia menekankan bahwa cinta dan persahabatan antara Syiah dan Sunni di Amerika Serikat, sebagai model dan sesuatu yang tidak selalu terlihat di seluruh dunia.

“Kita tidak bisa membiarkan insiden ini atau insiden lain merusak atau menghancurkan cinta dan rasa hormat yang kita miliki satu sama lain,” kata Husain.

Menurutnya, Muslim Sunni dan komunitas Syiah cenderung menikmati hubungan yang hangat di Amerika Serikat, termasuk di Albuquerque. Namun, ketegangan muncul dari waktu ke waktu, terutama di komunitas imigran di mana mereka mengalami perbedaan di negara asal mereka.

Direktur eksekutif CAIR Nihad Awad mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada penegak hukum Albuquerque atas tanggapan mereka terhadap kejahatan tersebut, setelah hari-hari penuh ketakutan di kalangan umat Islam.

“Kami berterima kasih atas upaya heroik dalam beberapa hari terakhir, dan untuk sumber daya yang disediakan dari negara bagian dan pemerintah federal,” katanya.

Sementara Imam Johari Abdulmalik, anggota Dewan Nasional CAIR mengatakan pembunuhan dalam Islam adalah dosa besar yang dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya.

“Sebuah serangan terhadap orang, untuk membunuh orang tanpa alasan, hanya karena pemahaman agama mereka berbeda dari Anda menempatkan seseorang di bawah lingkup bahwa CAIR memiliki kewajiban untuk berdiri.”

“Menurut Alquran, bahwa hidup itu suci, jika seseorang mengambil nyawa satu orang secara tidak adil, itu seolah-olah Anda telah membunuh seluruh umat manusia,” tambahnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

lagi pembakaran al quran kembali terjadi di denmark

Kutuk Dan Protes Keras Atas Pembakaran Al-Quran, Turki Panggil Duta Besar Denmark

Ankara – Kecaman dan reaksi keras terus bermunculan dari berbagai penjuru dunia terhadap aksi provokasi …

sejarah maulid nabi

Yazir Hasan Ustad Wahabi Sebut Maulid berasal dari Yahudi, Mari Pelajari Selengkapnya

Kasus Ustaz Wahabi bernama Yazir Hasan Al-Idis yang membid’ahkan dan menyesatkan perasayaan Maulid Nabi tengah …

escortescort