gagasan perdamain dalam al-quran
Alquran

Tokoh Muslim India Ajukan Petisi Hapus 26 Ayat Alquran, Muslim Sunni dan Syiah Marah Besar

Lucknow – Berbagai kelompok umat Muslim Sunni dan Syiah marah besar menanggapi ulah seorang tokoh Muslim India, Waseem Rizvi. Tokoh itu tengah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung (MA) India untuk meminta penghapusan 26 ayat kitab suci Alquran. Dia beralasan 26 ayat itu tidk asli dari Alquran, tetapi disisipkan oleh para khalifah terdahulu.

Dalam petisi itu, Rizvi mengatakan, 26 ayat itu dinilai mempromosikan terorisme, kekerasan, dan jihad, yang dinilai bukan bagian Alquran yang asli.

“Ayat-ayat ini ditambahkan ke dalam Alquran, oleh tiga khalifah pertama, untuk membantu ekspansi Islam melalui perang,” kata Waseem Rizvi.

Rizvi adalah mantan ketua Dewan Wakaf Syiah Uttar Pradesh.

“Setelah Nabi Muhammad, khalifah pertama Hazrat Abu Bakar, khalifah kedua Hazrat Umar dan yang ketiga yaitu Hazrat Usman merilis Alquran sebagai sebuah kitab,” paparnya.

Mengenai Alquran sebagai kitab suci Allah yang menyimpan kebenaran Injil, ulama Syiah dan Sunni mengatakan bahwa tidak ada satu kata pun yang diubah atau dirusak dalam Alquran asli selama 1.400 tahun terakhir. Bahkan, , tanda baca sekecil apapun tidak akan pernah bisa diubah dalam kitab yang Allah jamin perlindungannya.

Sekretaris Jenderal All India Muslim Personal Law Board’s (AIMPLB), Maulana Wali Rahmani, menyebut langkah Rizvi itu sebagai aksi publisitas.

“Masalah ini tidak hanya memengaruhi satu sekte Muslim, tetapi semua Muslim di seluruh dunia baik itu Syiah, Sunni, Bohras, Barelvis, Deobandis atau Ahle Hadidth. Tidak ada dari aliran pemikiran Islam mana pun yang dapat mengatakan bahwa Alquran yang kami miliki tidak asli. Tidak ada Muslim yang percaya ini dan Rizvi terkenal karena menciptakan keretakan di antara komunitas Muslim,” katanya.

Baca Juga:  Saat Pemerintah India Berupaya Asingkan Umat Islam, Warga Sikh Ini Justru Sumbang Tanah Untuk Masjid

Rahmani juga mengatakan, tim kuasa hukum AIMPLB sudah menindaklanjuti kasus tersebut sejak awal dan akan menggugatnya melalui jalur hukum yang tepat.

Sekretaris Jenderal Majlis-e-Ulama-e-Hind, Maulana Kalbe Jawad, tidak hanya mengutuk pernyataan yang dibuat oleh Rizvi, tetapi juga mengorganisir sebuah panggung di luar Bara Imambara Lucknow pada hari Minggu untuk pembelaan Alquran dengan berkumpul dalam majelis yang disebut “Tahaffuz-e-Quran”.

Dalam aksi bersama Syiah-Sunni, ulama mengatakan bahwa beberapa ayat yang ditentang oleh Rizvi lebih situasional dan tidak berlaku secara universal dan bahwa kesabaran, persatuan, persahabatan antara orang yang berbeda dan toleransi adalah pesan utama dari kitab suci umat Islam tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa Alquran dengan tegas menyatakan bahwa membunuh bahkan satu orang saja sama dengan membunuh seluruh umat manusia dan tidak diperbolehkan.

Rizvi sendiri membela diri. Ia mengatakan tidak keberatan dengan seluruh Alquran tetapi hanya sebagian darinya. “Alquran oleh Hazrat Ali tidak diterima oleh tiga khalifah pertama dan Alquran inilah yang akan hadir pada hari penghakiman. 26 ayat ini memicu terorisme dan perlu dihapus,” katanya.

Pertengkaran ini telah membawa ancaman bagi Rizvi di mana beberapa Muslim yang marah menawarkan hadiah untuk kepalanya. Di sisi lain, Rizvi mendapat dukungan dari non-Muslim.

“Allah telah mengambil tanggung jawab atas kitab suci-Nya dan mengatakan bahwa bahkan surat atau tanda baca di dalamnya tidak akan berubah sampai kiamat. Lalu siapa Rizvi yang membuat klaim setinggi itu? Permohonannya tidak boleh dilayani, tindakan hukum yang tegas akan diambil terhadapnya dan pemerintah menangkapnya karena melanggar perdamaian,” kata Kepala Pusat Islam India Maulana Khalid Rasheed Farangimahali, seperti dikutip Times of India, Selasa (16/3/2021).

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …