ilustrasi 200411202757 336
ilustrasi 200411202757 336

Ulama India Bersatu Serukan Protes Untuk Melawan Petisi Yang Ingin Hapus 26 Ayat Alquran

LUCKNOW – Al-qura merupakan kitab suci yang sangat komfrehensif, Al-quran juga merupakan kitab yang sangat kaya akan sastra sehingga dalam memahaminya tidak bisa dengan hanya mengandalkan pemahaman tanpa ilmu.

Pemahaman seperti inilah yang kerap kali tergelincir dalam pemahaman ekstrem dan salah dalam memaknai ayat-ayat Al-quran. sehingga salah seorang mantan ketua Dewan Wakaf Syiah India bernama Wasim Rizvi untuk menghapus 26 ayat yang menurutnya mempromosikan terorisme.

Petisi yang Wasim sampaikan ke Mahkamah Agung mendapatkan respon kemarahan bukan hanya dari umat muslim Sunni, namun juga dari ulama Syiah yang meminta Wasim ditangkap karena telah membuat kerusuhan.

Ulama terkemuka bahkan telah memberikan seruan kepada umat Islam untuk berkumpul di Masjid Jama di Delhi pada 19 Maret mendatang untuk melakukan protes terhadap Rizvi. Dikutip di New Indian Express dan dikutip dari laman republika. Kamis (18/3), selain menggelar protes besar-besaran terhadap Rizvi di Lucknow, banyak ulama terkemuka Syiah dan Sunni menuntut ia segera ditangkap.

Dalam petisinya, Rizvi, Sabtu menuduh ada 26 ayat dalam Alquran yang mempromosikan terorisme dan hal yang ia sebut jihad di kalangan pemuda Muslim. Hal ini dikhawatirkan akan mendorong mereka ke jalur pemberontakan di seluruh dunia.

Munculnya petisi ini lantas menimbulkan reaksi keras dari para ulama. Salah satu ulama bahkan sempat mengumumkan upah atau hadiah sebesar 20 ribu rupee bagi siapa saja yang bisa memenggal kepala Rizvi.

Ulama terkenal Syiah yang juga pemimpin protes terhadap Wasim Rizvi, Maulana Kalbe Jawad, mengatakan Rizvi adalah musuh Islam dan Quran. Bahkan, ia menyerukan boikot sosial terhadapnya dan menyebut Rizvi sebagai teroris.

Banyak Ulama Sunni yang juga menjadi bagian dari protes bersama dengan Maulana Kalbe Jawad. Puluhan ulama Syiah dan Sunni memimpin protes terhadap mantan ketua Dewan Wakaf Syiah itu.

Baca Juga:  JK: Kalau Mal, Stasiun, Bandara Buka, Masjid Juga Harus Dibuka

“Aksi protes bersama akan diselenggarakan oleh komunitas Syiah dan Sunni pada 19 Maret setelah sholat di Masjid Jama di Delhi dan melawan pasukan anti-nasional melawan Wasim Rizvi,” kata ulama Syiah, Kalbe Jawad.

Tak hanya itu, dalam aksi nanti ia juga akan menuntut Pemerintah Pusat dan Mahkamah Agung untuk menangkap Rizvi secepatnya, karena telah mempromosikan terorisme dan menyebarkan kerusuhan. Selanjutnya, terhadap Mahkamah Agung, Ulama Kalbe Jawad meminta petisi Wasim Rizvi dibubarkan dan menjatuhkan denda berat padanya.

Maulana Kalbe Jawad mengimbau orang-orang berada Masjid Jama di Delhi pada 19 Maret dan berpartisipasi dalam protes tersebut. Kiai ini menuding Rizvi menyebarkan kisruh, terorisme, dan mencuri harta wakaf.

“Kali ini dia menyerang kesucian Alquran dan berbicara tentang menghilangkan ayat darinya. Seorang Muslim tidak pernah bisa membuat tuntutan ini. Itu sebabnya pemerintah harus segera menangkapnya dan menghukumnya dengan berat. Kalau dia tidak ditangkap, maka kita asumsikan pemerintah juga mendukungnya,” kata dia.

Sementara itu, sebuah video yang mengklaim sebagai saudara laki-laki Rizvi muncul secara daring. Dalam video itu, dia mengatakan anggota keluarga tidak ada hubungannya dengan apa yang dikatakan Rizvi dan ia telah kehilangan keseimbangan mental. 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …