salah seorang tahanan palestina di penjara israel ilustrasi  140910005908 451
salah seorang tahanan palestina di penjara israel ilustrasi 140910005908 451

Pemimpin Agama Pakistan Demonstrasi Tolak Kesepakatan UEA-Israel

KARACHI – Pasca Uni Emirat Arab (UEA) menormalisasi hubungan dengan Israel protes bermunculan dari berbagai pihak, terbaru aktivis politik dan para pemimpin agama Jamaat-e-Islami (JI) Pakistan menggelar demonstrasi secara besar-besaran di provinsi Punjab, Sidh dan Khyber Pakhtunkhwa, demonstrasi dilakukan guna atas langkah UEA, mereka mengutuk keras kesepakatan yang dibuat oleh UEA-Israel.

Dilansir dari laman IRNA dan dikutip dari laman republika.co.id, Senin (17/8), JI memperingati hari itu sebagai Hari Palestina untuk mengekspresikan solidaritas. Selain itu juga untuk mendukung perlawanan Palestina terhadap pendudukan Zionis.

Selama demonstrasi, pengunjuk rasa menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina, yang pemberani, dan mengutuk keras kesepakatan UEA-Zionis.

Mereka membawa spanduk, dan plakat dengan slogan seperti “Ganyang Israel”, “Kesepakatan UEA-Israel tidak dapat diterima”. Mereka menyuarakan dukungan kuat untuk Palestina dan pembebasan Yerusalem, menyatakan bahwa kompromi dengan penjajah merupakan pengkhianatan besar terhadap Palestina dan dunia Islam.

Ketua Jamaat-e-Islami, Senator Sirajul Haq meminta Pemerintah Pakistan untuk menggunakan kemampuan diplomatiknya untuk menekan UEA, agar membatalkan keputusannya untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

Merujuk pada sikap anti-Israel Mohammad Ali Jinnah, almarhum pendiri Pakistan, menyampaikan, “Rakyat dan pemerintah Pakistan menganggap Israel sebagai perampas kekuasaan dan rezim ilegal, jadi kami tidak akan pernah menyerah dukungan moral, politik dan kemanusiaan kami untuk Orang Palestina,” kata dia.

Pendukung Jamaat-e-Islami juga berbaris di Lahore dan Karachi, menyerukan dunia Islam untuk membela hak-hak rakyat Palestina yang tertindas. Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa kita tidak boleh membiarkan negara-negara tersebut memperpanjang konflik Palestina.

Sebelumnya, ketua Jamiat Ulema-i-Islam Maulana Fazlur Rehman mengecam keras kesepakatan diplomatik antara UEA dan rezim Zionis. Dia mengatakan, Abu Dhabi tidak dalam posisi untuk mengambil keputusan atas nama Palestina dan negara  tidak mewakili sikap Umat Muslim.

Dia mengatakan, Amerika Serikat (AS) menekan negara-negara kecil dan lemah untuk mengakui rezim Zionis yang tidak sah dan melakukan kesepakatan dengannya.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  DPR Sahkan UU Cipta Kerja, Yusuf Mansur Ajak Salat Sunnah 40 Hari

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan …

menko pmk muhadjir effendy

Resmi Cabut Izin PUB ACT, Pemerintah Sisir Izin Lembaga Pengumpul Donasi Lain

Jakarta – Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang dalam sorotan karena terindikasi menyelewengkan dana umat, …