Mufti Rusia
Mufti Rusia

Perang Ukraina, Mufti Rusia: Muslim Rusia yang Mati Dalam Pertempuran Adalah Syahid

Moskow – Saat ini perang tengah berkecamuk antara Rusia dan Ukraina. Sejauh ini belum ada tanda-tanda perang Ukraina akan berakhir. Tidak hanya Presiden Vladimir Putin yang masih keukeuh menyerang Ukraina, Kepala Mufti Rusia mendorong umat Muslim Rusia untuk angkat senjata ke Ukraina. Ia meyakini Muslim Rusia yang mati dalam pertempuran di Ukrainan adalah syahid.

Kepala Mufti Rusia Talgat Tadzhuddin menyatakan perang di Ukraina merupakan jihad suci. Untuk itu, dia mengeluarkan fatwa wajib bagi umat Muslim di negaranya untuk ikut berperang. Tadzhuddin, yang juga menjabat sebagai kepala Direktorat Pusat Spiritual Muslim Rusia, menyampaikan fatwanya ketika diwawancarai Sky News Arabia, media yang berbasis di Uni Emirat Arab, baru-baru ini.

Menurutnya, setiap Muslim Rusia yang mati dalam pertempuran di Ukraina adalah syahid. Dia lantas memberikan contoh kemenangan Rusia sebelumnya atas Nazi Jerman dan kekuatan Barat. Selain itu, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) didirikan di atas pemusnahan penduduk asli Amerika dan bertanya: “Apakah ini harus terulang di Irak, di Libya, di Suriah, atau di Afghanistan?”

“Direktorat Pusat Spiritual Muslim di Rusia mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam mengambil bagian dalam perang [Ukraina]. Kami menganggap perang ini sebagai perang untuk mempertahankan tanah air. Muslim berpartisipasi dalam perang ini. Mereka harus berpartisipasi di dalamnya, karena sekitar 20% tentara negara kita terdiri dari Muslim. Begitulah sejak lama,” katanya, yang video wawancaranya diterjemahkan dan dipublikasikan ulang oleh Middle East Media Research Institute, Senin (9/5/2022).

“Jadi siapa pun yang mengambil bagian dalam membela tanah air dan kesucian kita…Dalam semua agama monoteistik, ini dianggap perang suci untuk membela tanah air. Ini tidak dilakukan dengan penindasan atau paksaan,” paparnya.

Baca Juga:  Arab Saudi: Virus Corona Terus Bermutasi, Ibadah Haji Tergantung Pandemi

“Jadi seorang [Muslim] yang mati saat berpartisipasi dalam perang ini dianggap syahid. Kami membela tanah air kami. [Ukraina] adalah tetangga kami. Dari sana, pada tahun 1941, jutaan tentara fasis Jerman memasuki Rusia. Orang tua kami dan kakek saya melawan mereka dan mencapai sampai ke Berlin, dan sebelum itu, pada zaman Napoleon, ke Paris, jadi ini tidak terbantahkan,” paparnya.

Dia lantas membahas sejarah pendirian AS, negara rival terkuat Rusia saat ini. “Di Amerika, ketika mereka mendirikan negara mereka, mereka mulai dengan memusnahkan orang Indian dan bison. Di sini, mereka mendirikan negara mereka. Apakah ini harus terulang di Irak, di Libya, di Suriah, atau di Afghanistan?” imbuh dia, merujuk pada anggapan Kremlin bahwa Kiev adalah pemerintah boneka Washington sejak revolusi Maidan 2014.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dr KH Adnan Anwar

Membangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Jakarta – Semangat nasionalisme pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menandakan rumusan identitas kebangsaan yang tidak …

uas ditolak masuk singapura berikut hal yang diketahui sejauh ini

Ormas Perisai Pendukung UAS Demo Kedubes Singapura Siang Ini

Jakarta – Penolakan Pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak memasuki wilayah Singapura …