KH Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar

Aksi Terorisme Haram, MUI: Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Mati Syahid, Tapi Mati Sangit

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan segala bentuk aksi terorisme. MUI pun menegaskan bahwa pandangan bahwa melakukan aksi bom bunuh diri akan jadi mati syahid adalah hal yang salah.

“Di MUI sudah ada sebenarnya fatwa Nomor 3/2004 bahwa terorisme itu haram hukumnya, bom bunuh diri itu juga haram hukumnya. Jadi kalau mereka menganggap itu mati syahid, surga. Justru sebetulnya bukan mati syahid, mati sangit kata orang-orang bilang,” kata Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar di Kemenko Polhukam, akhir pekan ini.

Kiai Miftach menuturkan fatwa tersebut sudah lama dikeluarkan MUI. Dia mengatakan MUI merupakan salah satu cerminan dari para ulama.

“Jadi sebuah keputusan yang sebetulnya sudah lama di MUI, karena MUI adalah cerminan dari gerak ulama yang harusnya sama-sama membangun, menjadikan negara kita yang besar ini menjadi tenteram sejahtera sehingga apa yang menjadi kebijakan berjalan lancar dan baik dirasakan umat seluruhnya,” ujarnya.

Pernyataan Ketum MUI ini menanggapi ditangkapnya anggota Komisi Fatwa Fatwa Zain An-Najah oleh Densus 88 dengan tuduhan terlibat jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI). Kiai Miftach menyampaikan sampai saat ini kerja sama antara MUI dan pemerintah masih berjalan dengan sangat baik.

“Kerja sama MUI dan pemerintah berjalan sangat baik, dan terus selalu terpelihara kerja sama ini sampai sekarang bukti kami hadir di sini meski sama-sama mendadak kami hadir ini adalah bentuk kerjasama yang terpelihara dengan baik,” ucapnya.

Untuk diketahui, Zain An Najah tercatat sebagai salah satu anggota Komisi Fatwa MUI. Kini dia telah dinonaktifkan dari kepengurusan MUI.

Kiai Miftacch menyampaikan tidak ada guncangan internal MUI usai Zain An Najah ditangkap Densus 88. Dia menyebut peristiwa tersebut membuat MUI menjadi bahan introspeksi untuk lebih mawas diri.

Baca Juga:  Pasukan Turki Tangkap Tersangka Anggota Teroris ISIS di Dekat Zona Militer

“Secara umum di internal MUI tidak ada kegoncangan dan semua berjalan normal. Tapi peristiwa ini bisa menjadi sarana introspeksi atau dikenal muhasabah mawas diri kita lebih berhati-hati, lebih teliti dan sebagainya untuk jaga marwah majelis para ulama bagian daripada anak bangsa ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah, anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah, dan Anung Al Hamat. Ketiganya ditangkap di Bekasi, Jawa Barat dan saat ini berstatus tersangka tindak pidana terorisme yang berkaitan dengan kegiatan terorisme Jamaah Islamiyah (JI).

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Menko PMK Muhadjir Effendy

Organisasi Keagamaan Dapat Berperan Sebagai Pusat Pengembangan Narasi Moderasi Beragama

Surabaya – Moderasi beragama adalah jalan terbaik untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan kuat ditengah …

Brigjen Ahmad Nurwakhid pada Tabligh Akbar JATMAN DIY dan Jawa Tengah

JATMAN Mitra Strategis BNPT Jalankan Kebijakan Pentahelix

Sleman – Badan Nasional Pdnanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya menjalankan program kebijakan Pentahelix dalam penanggulangan …