211125052051 927

Moderasi Beragama Sebagai Titik Temu Saudi-Indonesia

Jakarta — Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Quomas terbang ke Arab Saudi untuk bertemu dengan sejumlah Menteri Kerajaan terutama Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan. Lawatan Menag ke Arab Saudi merupakan undangan langsung dari pihak Arab Saudi.

Syekh Abdullatif bin Abdulaziz sebagai Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan menerima Menag dikantornya, dalam perbincangan yang cukup akrab, Menag memaparkan soal moderasi beragama di Indonesia dan terjadi diskusi terkait Islam Wasatiyah sehingga terjadi persamaan pandangan akan pentingnya beragama secara moderat.

Menag mengapresiasi hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara yang selama ini berjalan dengan baik. Kedua pihak kemudian membahas sejumlah rencana optimalisasi kerja sama Indonesia dan Arab Saudi, khususnya promosi moderasi beragama di dunia Islam.

Kedua menteri berdiskusi tentang rencana peningkatan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang, khususnya bidang dakwah dan penyuluhan Islam serta promosi terhadap moderasi beragama. Seperti dikutip dari laman republika.co.id (25/11/2021).

Sejumlah rencana kerja sama juga dibahas antara lain pertukaran dai/mubaligh/pelatihan muballig, pengelolaan percetakan Alquran/pelatihan manajemen percetakan Alquran, serta pentingnya pengelolaan wakaf. “Kami juga mendiskusikan program wasathiyatul Islam, penguatan moderasi beragama,” kata Menag Yaqut.

Menag menegaskan, rencana kerja sama ini sebenarnya sudah disepakati bersama sebelumnya. Namun, implementasinya terkendala pandemi Covid-19. Menag berharap rencana kerja sama ini bisa segera diwujudkan pada tahun2022 mendatang.

Menag juga mengatakan bahwa tahun depan, Indonesia menjadi pemimpin G20. Dia berharap Arab Saudi bisa hadir untuk menjelaskan tentang Islam wasathiyah dan toleransi antarumat beragama.

Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi Syekh Abdullatif bin Abdulaziz menyambut baik rencana kerja sama dalam penguatan moderasi beragama.

Baca Juga:  Raja Salman: Minta Dunia Bergandengan Tangan Lawan Terorisme

Menurutnya, Kerajaan Arab Saudi sejak dulu terus berupaya menyebarkan prinsip-prinsip Islam yang moderat. Bahkan pihaknya akan menyelenggarakan muktamar toleransi yang akan melibatkan banyak negara tahun depan.

Menurutnya, Arab Saudi ingin mewujudkan keadilan dan perdamaian dengan sungguh-sungguh demi lestarinya kebaikan. Kebijakan pemerintah Arab Saudi sangat jelas, yaitu menghentikan dai atau imam yang sering menebar kebencian dan ancaman terhadap kedamaian.

Syeikh Abdullatif memberikan pujian kepada masyarakat Indonesia sebagai orang-orang yang senang kedamaian, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pihaknya mengajak Indonesia untuk bersama memerangi terorisme yang mengancam perdamaian.

Tak kalah penting dari itu, dia menekankan pentingnya memerangi penggunaan agama untuk kepentingan politik. “Kami juga mengajak melawan dakwah yang penuh dengan ujaran kebencian, dan mengajak pada perpecahan dan permusuhan. Dakwah harus mengajak pada kebaikan, rahmah dan nilai-nilai toleransi,” katanya.

Kepada Menag, Syeikh Abdullatif mengusulkan pembangunan Islamic Center di Indonesia yang akan menjadi markas Islam Wasathiyah. Menurutnya, Islamic Center akan dapat memberi manfaat untuk Islam Indonesia, khususnya untuk mengembangkan Islam moderat.

Kerajaan  Arab Saudi saat ini sudah mengelola delapan Islamic Center, dan banyak program yang telah diwujudkan. “Jika program ini terwujud, ke depan, di Indonesia akan memperoleh manfaat yang besar. Ini jadi program andalan yang dibutuhkan umat Islam. Jika Menag setuju, kami segera realisasikan sebagai wujud kontribusi kami dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan,” kata dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Masalah Warisan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Ini Jawaban KH Cholil Nafis

Jakarta – Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, beberapa …

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ajakan Tak Digubris Ketua Umum, Rais Aam PBNU Putuskan Gelar Konbes Jelang Muktamar 7 Desember

Jakarta – Suasana jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin panas. Hal …