HMI
HMI

Perangi Radikalisme dan Intoleransi, HMI Siap Bantu Pemerintah Kuatkan Kembali Ideologi Pancasila

Jakarta – Virus radikalisme masih menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia, disamping virus Corona yang kini tengah mewabah. Karena itu, seluruh pihak harus terlibat dalam memerangi kedua virus itu.

Hal itulah yang mendasari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang siap membantu pemerintah dalam memerangi virus radikalisme dan intoleran dengan melakukan penguatan kembali ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Ini penting karena radikalisme dan intoleransi itu memiliki banyak pintu masuk untuk menyasar masyarakat, baik secara luring maupun daring.

Orang tua dan anak muda yang masih produktif sangat rentan terpapar virus radikalisme dan intoleransi. Untuk itu, masyarakat diimbau tetap mewaspadai penyebaran paham anti Pancasila tersebut.

“Selama pandemi Covid-19 radikalisme masih dianggap sebagai musuh bersama, tentunya hal tersebut menjadi ancaman bagi ketertiban dan keamanan negara apalagi di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Kondisi itu sangat mudah dilakukan bahkan sangat efektif untuk mendoktrin generasi muda dalam mendukung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” kata Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Akmal Fahmi dikutip dari laman sindonews.com, Kamis (29/7/2021).

Akmal menuturkan untuk mengantisipasi lonjakan paham radikalisme dan intoleransi tentu rakyat Indonesia harus mampu menguatkan kembali ideologi Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara. Selain itu, mahasiswa dan pemuda harus memperkuat ideologi Pancasila sebagai landasan dalam bernegara begitu pun para pemuka agama karena persoalan radikalisme bukan tantangan yang ringan.

“Meskipun BNPT sudah pernah merilis bahwa angka radikalisme pada tahun 2021 menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya, tetapi kita tidak boleh lengah, semua pihak harus tetap mewaspadainya,” tegas Akmal.

“Jangan sampai Indonesia mengikuti negara-negara seperti Timur Tengah yang selalu berkonflik antara satu dengan yang lainnya. Apalagi konflik yang mengatasnamakan agama,” sambungnya.

Baca Juga:  Astaghfirullah... Uang Infaq Miliaran Rupiah Masjid Raya Padang Digelapkan

Menurut dia, agama sudah semestinya digunakan untuk mendamaikan dan mencerahkan umat manusia bukan sebagai alat adu domba. BNPT sebagai lembaga yang konsentrasi pada persoalan pencegahan dan penanganan radikalisme dan intoleran harus mampu berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan kaum milenial dalam menekan penyebaran paham radikalisme.

Dengan demikian, Akmal mengatakan, BNPT bisa berkolaborasi dengan PB HMI melalui program duta siber yang dirancang oleh timnya dengan melibatkan beberapa bidang terkait untuk menangkal paham radikalisme dan intoleran yang merebak di berbagai media sosial.

“Kami PB HMI tentunya sangat siap melakukan gerakan kolaborasi bersama BNPT dalam menangani kasus ini di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Akmal.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …